Aturan Baru Kunjungi Malaysia, Wajib Bayar Biaya Tambahan Rp16,8 Juta

Minggu, 27/09/2020 11:58 WIB
Corona Nyebar di Tabligh Akbar Malaysia, Ratusan Warga RI Ikut Hadir. (CNBCIndonesia)

Corona Nyebar di Tabligh Akbar Malaysia, Ratusan Warga RI Ikut Hadir. (CNBCIndonesia)

Jakarta, law-justice.co - Otoritas Malaysia mewajibkan semua warga negara asing (WNA) yang akan memasuki wilayahnya harus membayar biaya karantina wajib 4.700 Ringgit (Rp 16,8 juta – kurs Rp 3.574).

Selain itu, WNA juga harus membayar biaya operasi tambahan sebesar 2.600 Ringgit (Rp 9,3 juta).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Senior, Ismail Sabri Yaakob, Kamis 24 September 2020 lalu.

Ini berarti bahwa, setiap WNA termasuk warga Indonesia yang memasuki Malaysia harus membayar Rp 16,8 Juta.

Dengan rincian, Rp 9,3 juta untuk biaya operasi tetap dan Rp 7,5 juta untuk biaya penginapan.

Ismail Sabri mengatakan, meski sebelumnya pemerintah sudah mewajibkan pembayaran penuh, namun itu hanya diberlakukan terhadap pelaut asing.

"Mulai hari ini, 24 September 2020, semua warga negara asing yang masuk dari semua pintu internasional Malaysia harus membayar biaya penuh ini,” katanya seperti melansir tribunnews.com.

“Untuk warga negara Malaysia, pemerintah telah memutuskan untuk mempertahankan subsidi karantina,” kata Ismail Sabri.

Dia menambahkan bahwa, untuk orang yang berbagi kamar dengan orang pertama, biaya penginapan akan menjadi setengah, yakni Rp 2,5 juta.

Sedangkan untuk anak di bawah usia enam tahun, biaya akomodasinya akan gratis.

Pada bulan Juli 2020, media milik pemerintah malaysia, Bernama, melaporkan bahwa Departemen Imigrasi akan mencabut Kartu Kunjungan Jangka Panjang setiap WNA yang menolak untuk membayar biaya karantina.

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi, Khairul Dzaimee Daud, mengatakan bahwa penolakan mereka untuk membayar tagihan tersebut telah memengaruhi upaya pemerintah dalam mengekang penyebaran Covid-19 di negara tersebut.

Sejak 24 Juli 2020, warga Malaysia dan orang asing yang kembali dari luar negeri diharuskan menjalani isolasi wajib selama 14 hari di dari rumah mereka sendiri dan pusat karantina.

Ismail Sabri, pada bulan Juli 2020, menjelaskan bahwa karantina wajib di fasilitas yang ditentukan diberlakukan kembali, karena beberapa orang kedapatan keluar dari rumah mereka ketika mereka seharusnya mengisolasi diri.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar