Ini Perintah Nadiem Jika Belum Dapat Kuota Internet Belajar Online

Jum'at, 25/09/2020 17:14 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim. (Tempo)

Mendikbud Nadiem Makarim. (Tempo)

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mencairkan bantuan kuota internet online untuk para pelajar di seluruh Indonesia. Namun, jika ada yang belum meneriamnya, Mendikbud Nadiem Makarim menyarankan untuk melaporkannya kepada Kepala Sekolah.

"Kalau belum menerima lapor kepala sekolah dan operator sekolah," katanya seperti dlansir dari cnbcindonesia, Jumat (25/9/2020).

Menurutnya, ini adalah pertama kalinya pemerintah melakukan inisiatif memberikan bantuan paket kuota secara masif. Dirinya mengaku terus melakukan pemantauan siang dan malam untuk penyempurnaan dan akan terus memberi dukungan kepada bantuan masyarakat selama kegiatan belajar mengajar jarak jauh ini.

"Sekali lagi poin penting, kalau belum menerima lapor segera ke Kepsek dan operator (sekolah) untuk koreksi nomornya. Setiap bulan ada 2 kesempatan koreksi nomor agar akurat dan aktif," tegasnya.

Informasi saja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2020 membagikan kuota internet gratis untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Peraturan tersebut terkait dengan petunjuk teknis bantuan kuota data internet tahun 2020. Petunjuk ini yang akan menjadi pedoman dalam penyaluran bantuan kuota data internet bagi pendidik dan peserta didik.

Adapun kuota yang diberikan terbagi dalam dua jenis. Pertama, kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Kedua adalah kuota belajar yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran, dengan daftar yang tercantum pada https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Sementara itu, peserta PAUD akan mendapatkan bantuan gratis kuota internet 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Sementara itu paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Penyaluran kuota data internet dilakukan selama 4 (empat) bulan mulai September sampai Desember 2020, dengan jadwal sebagai berikut:

A. Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama:

1. tahap I pada tanggal 22 sampai 24 September 2020.

2. tahap II pada tanggal 28 sampai 30 September 2020.

B. Bantuan kuota data internet untuk bulan kedua:

1. tahap I pada tanggal 22 sampai 24 Oktober 2020.

2. tahap II pada tanggal 28 sampai 30 Oktober 2020.

C. Bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat dikirim bersamaan:

1. tahap I pada tanggal 22 sampai 24 November 2020.

2. tahap II pada tanggal 28 sampai 30 November 2020.

Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama dan kedua memiliki masa berlaku masing-masing 30 hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Sedangkan bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat yang dikirim secara bersamaan di bulan November akan berlaku selama 75 hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Setiap penerima bantuan hanya dapat menerima bantuan kuota data internet untuk satu nomor ponsel setiap bulannya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar