Didakwa Lakukan Penghinaan, Jerinx: Sebenarnya, Salah Saya Apa Sih?

Selasa, 22/09/2020 19:25 WIB
Jerinx SID tanyakan jaksa soal kesalahannya (Panritanews)

Jerinx SID tanyakan jaksa soal kesalahannya (Panritanews)

Denpasar, Bali, law-justice.co - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa terdakwa I Gede Ary Astiana atau Jerinx melakukan ujaran kebencian, permusuhan, penghinaan, dan pencemaran nama baik terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Namun, terhadap dakwaan itu, Jerinx pun mempertanyakan kesalahannya kepada jaksa.

Hal itu saat sidang yang digealr secara online di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Atas dakwaan yang disampaikan oleh JPU itu, Majelis Hakim menanyakan kepada Jerinx terkait dengan surat dakwaan itu. Sebab, sebelumnya Jerinx mengaku tidak paham dengan dakwaan JPU.

"Apakah saudara terdakwa sudah mengerti tentang surat dakwaan tersebut?" tanya Hakim kepada Jerinx seperti dilansir dari viva.co, Selasa (22/9/2020).

Jerinx mengaku sudah mengerti dengan dakwaan dari JPU. Tetapi, ia memiliki dua pertanyaan terkait dakwaan tersebut. Terkait postingannya yang tidak dibacakan secara utuh dan terkait kesalahannya.

"Sudah, saya ada dua pertanyaan. yang pertama kenapa status saya tersebut tidak dibaca secara penuh, unggahan saya tersebut yang, maaf, ada kata kacungnya, kenapa tidak dibaca secara full dan diartikan secara penuh. Dan yang kedua, sebenarnya salah saya apa sih? Apa saya punya kapasitas membubarkan IDI?" tanya Jerinx.

Majelis Hakim pun mencoba menjelaskan kepada Jerinx jika persidangan dilakukan untuk mencari pembuktian dan Jerinx belum dinyatakan bersalah.

Mendengarkan itu, Jerinx akhirnya meminta maaf dan langsung mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan dari JPU.

"Maaf, Yang Mulia, nanti saya akan mengajukan eksepsi dan penasihat hukum saya juga akan mengajukan eksepsi. Terima kasih Yang Mulia," ucapnya.

Atas kasus pencemaran nama baik ini Jerinx didakwa dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar