Perusahaan Luhut Untung saat Pandemi, ProDEM: Kok Kelola Negara Rugi?

Selasa, 22/09/2020 13:34 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Fajar.co.id)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Fajar.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Kinerja perusahaan milik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang sukses meraih laba di tengah pandemi Covid-19 dipuji Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule.

Luhut diketahui memiliki emiten tambang yaitu PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA). Perusahaan itu resmi menyandang nama baru menjadi PT TBS Energi Utama Tbk mulai Senin, 21 September 2020.

“Hebatnya Luhut Pandjaitan. Disaat pandemi, perusahaan miliknya tetap mampu meraih laba/untung,” ujarnya lewat akun twitter pribadinya.

Lantas, Iwan mempertanyakan kinerja Luhut di pemerintahan yang bertolak belakang dengan pencapaian perusahaan miliknya.

“Tapi anehnya, ikut kelola negara kok negara bisa rugi dan defisit hampir seribuan triliun? Ampun! Iya gak sih?” tukasnya.

Untuk diketahui, perusahaan milik Luhut itu membukukan kinerja keuangan yang positif pada awal tahun 2020.

Dilansir dari laporan keuangan perusahaan, TOBA meraup pendapatan senilai US$219,24 juta. Jumlah itu turun 4,96% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp230,70 juta.

Namun, TOBA mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada semester I 2020, yakni mencapai 60,41% dari US,86 juta menjadi US$20,,63 juta.

Torehan laba itu ditopang oleh keberhasilan perusahaan dalam menekan rugi selisih kurs hingga 90,46% dari US$677.272 pada Juni 2019 menjadi US$64.558 pada Juni 2020.

Sementara itu, beban pokok pendapatan juga turun 2,37% dari US$184,62 juta pada tahun lalu menjadi US$180,23 juta pada tahun ini.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar