Pernah Bintangi Film Porno, Wanita Ini Langsung Berubah Setelah Bertemu Pria di Bali

Minggu, 20/09/2020 19:00 WIB
Erica Garza. (Peer Recovery Indiana)

Erica Garza. (Peer Recovery Indiana)

[INTRO]

Namanya Erica Garza. Dulu, seperti anak-anak pada umumnya, Erica Garza ingin mencari jati dirinya. Namun ternyata pencarian jati dirinya sedikit berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

Sebab, pada usia 12 tahun mengaku mulai menyimpan hasratnya yang besar pada seks. Satu sisi memiliki keinginan kuat untuk mencari tahu dan melakoni segala hal tentang seks.

Namun ia tidak menampik hasrat besarnya ini seakan menjadi aib bagi dirinya sendiri.

Pergolakan batin yang ia bawa puluhan tahun ini lantas ia tuangkan dalam bukunya Getting Off.

Dilansir Intisari.id, Minggu, (20/9/2020) di buku itu, Erica Garza membagikan pengalaman hidupnya yang memiliki obsesi besar pada seks dan pornografi.

Kebiasaan ini dipupuk ketika ia bersekolah di pinggiran kota Los Montebello, Los Angeles. Semua bermula dari kebiasaan menonton film porno.

Garza yang menderita skoliosis, harus menggunakan penopang punggung. Penampilannya yang berbeda, membuat banyak orang mengejeknya.

Merasa rendah diri, Garza menghibur dirinya dengan menonton film porno bergenre soft-core yang tayang tengah malam di televisi.

Garza yang beranjak remaja, semakin mudah mengakses video porno melalui layanan streaming ketika dunia internet begitu akrab di masyarakat.

Adegan vulgar Pamela Anderson dan Tommy Lee yang bocor di jagad maya pada 1997 begitu lekat di ingatan Garza.

Saat itu ia berusia 15 tahun, dan Garza kerap diam-diam menonton film porno di kamarnya. Garza mengaku pertama kali kehilangan keperawanannya di usia 17 tahun.

Selepas kuliah, Garza mulai mencoba seks dengan menggunakan kekerasan yang sangat beresiko. Ia mulai berhasrat pada adegan-adegan di film porno bergenre hard-core.

Mengarungi Hawaii, LA, London dan New York, Garza kerap melakukan hubungan dengan orang asing tanpa menggunakan pengaman.

Garza yang memiliki obsesi besar meniru adegan-adegan di film porno, kerap berada di posisi diremehkan sebagai wanita. Merasa disepelekan, dan tidak berharga, Garza mulai lelah sebab merasa tidak dicintai dan seperti sampah. Meski ia sendiri menggunakan banyak pria untuk memenuhi hasrat seksualnya.

Kesadarannya menguat ketika ia melakukan perjalanan ke Bali. Ia menemukan seorang pria yang tepat, yang kini jadi suaminya.

Di awal pertemuan mereka, Garza yang saat itu berusia 30 tahun dan suaminya (perancang aplikasi berusia 39 tahun) menonton film porno bersama.

Pria itu mulai berbicara secara baik-baik dan menanyakan bagaimana kebiasaan Garza itu bermula. Mendapatkan perhatian yang tulus, Garza merasa aman, didukung, dan bisa jadi dirinya sendiri.

Sekembalinya ke LA, Garza mulai mencoba beberapa metode untuk menghilangkan kecanduannya.

Dibantu sang suami, Garza melakukan yoga dan terapi, dan ia berhasil tidak menonton film porno selama enam bulan.

Garza mengaku masih sesekali menonton untuk tujuan tertentu, dan digunakan secara sehat.

Menyadari kecanduan yang ia alami juga banyak dialami orang lain, ia ingin mengungkapkan bahwa kecanduan seksual itu bisa diatasi, dan Garza berhasil melakukannya.

(Ricardo Ronald\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar