Jokowi Kecewa, Kebebasan Berpendapat di Indonesia Sering Dibajak

Jum'at, 18/09/2020 18:41 WIB
Presiden Jokowi (detikcom)

Presiden Jokowi (detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak memungkiri kebebasan pendapat di Indonesia kerap kali disalahartikan oleh segelintir orang yang merasa paling benar.

"Sistem demokrasi di negara kita telah memberikan ruang untuk menyatakan pendapat, namun ruang kebebasan itu justru sering dibajak untuk mengklaim dirinya yang paling benar," ujarnya saat membuka konferensi besar XXIII Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dikutip dari CNBCIndonesia.com, Jumat (18/9/2020).

Jokowi menjelaskan, sering sekali terjadi ada segelintir orang yang merasa berhak memaksakan kehendaknya masing-masing karena merasa benar. Padahal, hal tersebut sama sekali tidak berprinsip demokrasi.

"Karena itu saya berharap seluruh kader GP Ansor meneladani sikap terpuji para ulama," ujarnya.

Jokowi menyebutkan GP Ansor mampu menjadi perekat di tengah keragaman dan perbedaan tersbeut. Bahkan, menurut dia, kehadiran GP Ansor telah memberikan rasa aman bagi semua anak bangsa.

"Peta sejarah GP Ansor ini sangat relevan dengan kondisi negara yang majemuk, yang beragama dalam suku, agama dan budaya. Keragaman bukan kelemahan tapi kekuatan yang kalau disatukan dapat membuat negara dan bangsa kita menjadi negara maju," katanya.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar