Polisi Sebut Ada yang Nyalakan Api Sehingga Gedung Kejagung Terbakar

Kamis, 17/09/2020 15:02 WIB
Gedung Kejagung Kebakaran (Kronologi.id)

Gedung Kejagung Kebakaran (Kronologi.id)

Jakarta, law-justice.co - Pihak Kepolisian telah melakukan gelar perkara terhadap persitiwa kebakaran yang terjadi di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) beberapa waktu lalu. Salah satu fakta yang terungkap adalah soal sumber api yang disebut berasal dari open flame atau api terbuka yang dinyalakan orang dan bukan dari hubungan arus pendek.

Hal itu disampaikan oleh Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri seperti dilansir dari detikcom, Kamis (17/9/2020).

"Puslabfor menyimpulkan bahwa sumber api tersebut bukan karena hubungan arus pendek namun diduga karena open flame atau nyala api terbuka," katanya.

Sigit mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, juga didapati ada sejumlah tukang yang berada di lantai 6, tepatnya di ruang Biro Kepegawaian. Tukang tersebut tengah melakukan renovasi di lantai tersebut.

"Pada saat kejadian dari mulai pukul 11.30 sampai 17 30 kita dapati juga ada beberapa tukang dan orang-orang yang berada di lantai 6 ruang biro kepegawaian, yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan renovasi. Sehingga itu yang kemudian salah satu yang kami dalami," ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, Sigit mengatakan ada saksi yang mengetahui adanya kebakaran tersebut. Bahkan, saksi tersebut juga berusaha memadamkan kebakaran yang muncul pertama kali namun gagal.

"Kemudian kita dalam dapat juga ada saksi yang mengetahui dan berusaha memadamkan kebakaran tersebut. Namun, karena tidak terdukung dengan infrastruktur dan sarana prasarana yang memadai, sehingga kemudian api tersebut semakin membesar. Sehingga mau tidak mau dimintakan bantuan dari dinas pemadam kebakaran untuk memadamkan api," ujar Sigit.

Sebelumnya, Sigit juga memaparkan fakta-fakta lain terkait kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah gelar perkara. Salah satunya adalah soal asal api.

"Asal api diduga dari lantai 6 ruang rapat biro kepegawaian lalu menjalar ke ruangan serta lantai lain," kata Sigit

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar