Satgasus Cakra Buana PDI Perjuangan Minta Jokowi Bertobat, Kenapa ya?

Kamis, 17/09/2020 04:17 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto: CNN)

Presiden Joko Widodo (Foto: CNN)

Jakarta, law-justice.co - Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Cakra Buana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang pernah menjadi tim pemenangan Jokowi pada Pilpres 2014 melontarkan kritikan pedas terhadap pemerintah.

Hal ini terkait dengan target penanganan pandemi Covid-19 yang disampaikan Presiden Joko Widodo tak kunjung terwujud dan malah menimbulkan krisis kepercayaan terhadap pemerintah.

Kepala Satgasus Cakra Buana PDIP, Kadiman Sutedy meminta Jokowi beserta jajarannya berhenti melakukan manuver-manuver politik dalam menangani pandemi asal Wuhan, China tersebut.

"Jangan lagi manuver-manuver politik soal beginian deh. Aduh, kasihan rakyat, sedih saya," ungkap sosok yang kerap disapa Yongki seperti melansir rmol.id, Rabu 16 September 2020.

Berdasarkan pengamatannya di lapangan selama 6 bulan penanganan corona, pemerintah tidak menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat kecil. Yongki pun mengaku masih mendapatkan beragam keluhan dari masyarakat saat melakukan kunjungan ke pasar-pasar.

"Tiga hari saja deh saya undang you lihat ini rakyat, di pasar rakyat ngeluhnya kaya apa, rakyat takut. Di pasar saja mereka enggak datang (untuk) beli," terangnya.

Lebih lanjut, Yongki berharap pemerintah tidak lagi bisa bekerja sendirian. Ia meminta Jokowi merangkul semua elemen masyarakat sembari mengajak melakukan pertobatan kepada Tuhan agar Covid-19 di dalam negeri bisa cepat tertangani dengan baik.

"Jokowi, rangkullah semua rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bergandengan tanganlah, saling memaafkan. Mau dia eksekutif, yudikatif, pemuka agama, peguyuban, raja-raja nusantara, TNI dan Polri, kan gitu. Ini yang saya belum lihat bangsa ini memikirkan bagaimana saling bergandengan tangan, saling memaafkan," ungkapnya.

"Enggak ada jalan keluar. Sudahlah Pak Jokowi, enggak ada yang lebih berkuasa dari-Nya. Satu hari kita bilang dia kecil kita juga kecil. Tobatlah dan seluruh elemen semuanya bersatu, bergandengan tangan, saling memafkan dan tobat mohon pengampunan-Nya," demikian Yongki.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar