Bikin Heboh, Ahok Sebut Kadrun Ribut Kalau Dia Jadi Dirut Pertamina

Rabu, 16/09/2020 14:42 WIB
Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (beritagar)

Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (beritagar)

Jakarta, law-justice.co - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali mengeluarkan pernyataan yang mengundang kehebohan di publik, karena dia menyinggung salah satu kelompok. Dia mengatakan, kelompok kadrun atau singkatan dari kadal gurun akan ribut jika dirinya menjabat sebagai direktur utama di Pertamina.

Kini Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Dia pun mulai membongkar keboborokan di pertamina dan sistem kerja di Kementerian BUMN.

"Persoalannya kalau saya jadi dirut, ribut. Kadrun-kadrun mau demo, mau bikin gaduh lagi republik ini," kata Ahok seperti dilansir dari viva.co, Rabu (16/9/2020).

Ahok mengusulkan, Kementerian BUMN harusnya dibubarkan sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun, kemudian membentuk Indonesia Corporation atau seperti Temasek yang ada di Singapura. Konsep ini yakni penggabungan holding BUMN yang akan menjadi superholding.

"Persoalannya, presiden tidak bisa mengontrol manajemen BUMN. Kita tidak ada orang," jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyadari dengan masuknya dia ke jajaran Komisaris Pertamina membuat suasana keharmonisan terganggu. Padahal, selama ini kondisi Pertamina sudah aman dan nyaman.

"Pertamina sudah aman, nyaman kok kamu masuk. Ahok mengganggu keharmonisan. Ahok itu sama saja membuat kekacauan, kekisruhan. Kalau tidak ada Ahok, kan tidak ada yang ribut," jelas dia.

Selanjutnya, Ahok menyoroti para pejabat direksi dan komisaris ada yang melobi menteri untuk mempertahankan jabatannya sehingga membuat Ahok marah-marah.

"Ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya. Saya sempat marah juga. Jadi direksi-direksi semua mainnya lobi ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan," ucapnya.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar