Syekh Ali Jaber Ditusuk, Fadli Zon Berharap Bukan karena Doktrin Ini

Senin, 14/09/2020 13:36 WIB
Anggota DPR dari Gerindra Fadli Zon. (Fajar)

Anggota DPR dari Gerindra Fadli Zon. (Fajar)

Jakarta, law-justice.co - Peristiwa nahas berupa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber langsung dikomentari oleh anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon. Dia bahkan mengutuk keras penyerangan yang dilakukan oleh Alpin Adrian tersebut.

"Sangat terkutuk penyerangan terhadap Syaikh Ali Jaber apalagi di dalam masjid ketika jemaah sedang ibadah," katanya melalui akun Twitternya @fadlizon seperti dikutip law-justice.co, Senin (14/9/2020).

Fadli pun mendesak Polri mengusut tuntas motif pelaku di balik aksi penyerangan ini. Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen ini mengatakan Polri harus memastikan apakah ini aksi tunggal, atau ada kelompok tertentu yang berperan. Dia berharap semoga saja ini bukan karena doktrin Islamophobia yang sering diembuskan.

"Harus diselidiki tuntas, baik motif maupun latar belakangnya. Aksi tunggal atau ada kelompok yang berperan," lanjutnya.

Dia pun berharap agar motif penusukan tersebut bukan karena adanya doktrin yang benci Islam atai Islamophobia.

"Mudah-mudahan bukan karena doktrin “Islamophobia” yang sering dihembuskan."
Sebelumnya diberitakan, pendakwah ternama asal Madinah Syekh Ali Jaber ditusuk saat mengisi pengajian di Masjid Falahudin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Lampung, Minggu (13/9) sore.

Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto menyebutkan bahwa pelaku penikaman Syekh Ali Jaber merupakan seorang laki-laki berusia 24 tahun yang bertempat tinggal tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) di Masjid Falahuddin.

"Jarak antara rumah pelaku dan TKP itu sekitar 300 meter dan menurut pengakuan AA yang bersangkutan membawa pisau dari rumah," kata dia.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr">Sangat terkutuk penyerangan thd Syaikh Ali Jaber apalagi di dalam masjid ketika jamaah sdg ibadah. Harus diselidiki tuntas, baik motif maupun latar belakangnya. Aksi tunggal atau ada kelompok yg berperan. Mudah2an bukan krn doktrin “Islamophobia” yg sering dihembuskan.</p>&mdash; FADLI ZON (IG: fadlizon) (@fadlizon) <a href="https://twitter.com/fadlizon/status/1305229136995049472?ref_src=twsrc%5Etfw">September 13, 2020</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar