Gejala Terinfeksi Virus Corona, Demam Dulu atau Batuk Dulu?

Minggu, 13/09/2020 12:49 WIB
ilustrasi orang sedang batuk (okezone)

ilustrasi orang sedang batuk (okezone)

Jakarta, law-justice.co - Sebuah hasil penelitian yang diterbitkan dalam junal Frontiers in Public Health menemukan urutan kemungkinan infeksi virus corona mulai muncul.

Temuan ini dapat membantu dokter dalam proses analisis, sehingga pasien segera mendapat perawatan yang tepat.

Penelitian itu menunjukkan bahwa urutan gejala yang mungkin terjadi pada pasien adalah demam, diikuti oleh batuk, nyeri otot, kemudian mual atau muntah, dan diare.

Profesor kedokteran dan teknik biomedis di University of Southern California (USC) di AS, Peter Kuhn, menjelaskan, urutan ini penting untuk mengetahui agar bisa membedakan gejala Covid-19 dengan penyakit lain.

"Urutan ini sangat penting untuk diketahui ketika kita memiliki siklus penyakit yang tumpang tindih seperti flu yang bertepatan dengan infeksi covid-19," kata dia Seperti melansir kompas.com, Minggu 13 September 2020.

Dalam studi itu, jika pasien dapat diidentifikasi lebih awal, maka waktu rawat inap akan berkurang karena pendekatan yang lebih baik terhadap pengobatan Covid-19.

Para ilmuwan telah memprediksi urutan gejala berdasarkan data dari 55.000 kasus virus corona di China pada tingkat kejadian gejala.

Semua data ini dikumpulkan dalam 16-24 Februari oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka juga memeriksa data influenza sebagai pembanding.

Data itu diperoleh dari 2.470 kasus di Amerika Utara, Eropa, dan beberapa daerah lainnya yang dilaporkan ke otoritas kesehatan dari 1994 hingga 1998.

"Urutan gejala itu penting. Mengetahui bahwa setiap penyakit berkembang secara berbeda berarti dokter dapat mengidentifikasi lebih cepat apakah seseorang kemungkinan besar menderita Covid-19, atau penyakit lain, sehingga membantu mereka membuat keputusan pengobatan yang lebih baik," kata penulis utama, Joseph Larsen.

Demam dan batuk sangat sering dikaitkan dengan berbagai penyakit pernapasan.

Namun, waktu dan gejala di saluran pencernaan bagian atas dan bawah yang membedakan Covid-19.

"Dua gejala pertama Covid-19, SARS, dan MERS adalah demam dan batuk. Namun, saluran GI bagian atas (mual atau muntah) tampaknya terpengaruh sebelum saluran GI bagian bawah (diare) pada Covid-19, berlawanan dengan MERS dan SARS," tulis para peneliti.

Penelitian ini juga menyatakan bahwa tidak banyak pasien yang mengalami diare sebagai gejala awal.


(kompas.co).

Berbagai gejala Dokter Rumah Sakit Lenox Hill, New York Dr Robert Glatter, mengatakan, studi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pasien dengan flu musiman lebih umum merasakan batuk sebelum demam.

"Pada kenyataannya, ini mungkin sulit untuk dilihat karena flu sering kali dimulai secara tiba-tiba dengan tiga serangkai gejala, termasuk sakit punggung, menggigil, bersama dengan batuk kering." kata Glatter.

Glatter mengatakan, temuan studi berpotensi berguna ketika mengevaluasi banyak pasien dalam pengaturan klinis yang sibuk. Ia pun berbagi pengalamannya saat merawat pasien virus corona di New York City.

"Secara umum, walaupun demam biasanya merupakan gejala awal infeksi Covid-19 yang paling umum dijelaskan, kenyataan yang saya lihat di garis depan lebih bervariasi," jelas dia.

"Faktanya, beberapa pasien mungkin datang hanya dengan hilangnya rasa atau bau dan sebaliknya merasa sehat. Saya juga melihat pasien datang dengan gejala `Covid-toes` atau suatu reaksi kulit (perubahan warna biru kemerahan) sebagai respons terhadap peradangan akut, tanpa adanya demam, batuk, atau gejala pernapasan lainnya," lanjut dia.

Glatter mengatakan, pasien lain juga mengalami malaise, sakit kepala, dan pusing yang dalam beberapa hal menyerupai gejala stroke, tetapi tanpa demam, batuk atau bukti gejala pernapasan atas.

Menurut Glatter, intinya adalah bahwa para profesional perawatan kesehatan harus waspada dan tetap berpikiran terbuka saat mengevaluasi pasien yang mungkin memiliki gejala yang terkait dengan penyakit tersebut.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami perkembangan gejala orang yang terinfeksi Covid-19.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar