Baru Minta Utamakan Kesehatan Daripada Ekonomi, Jokowi Telat 6 Bulan!

Selasa, 08/09/2020 03:59 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto: dok. Kompas)

Presiden Joko Widodo (Foto: dok. Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kembali melotarkan kritikan keras kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kata dia lewat akun twitter pribadinya, pernyataan Presiden Jokowi yang meminta jajaran kabinet mengutamakan aspek kesehatan dibanding ekonomi dalam penanganan pandemi Covid-19 sudah terlambat.

"Statement ini terlambat enam bulan. Dari dulu saya termasuk yang sudah bicara bereskan Covid maka ekonomi bisa diatasi. Maka seharusnya Maret lockdown. Ya sudah telat," tulis @fadlizon, Senin 7 September 2020 sore.

Pernyataan itu disampaikan Anggota DPR RI itu menanggapi unggahan pengamat politik Yunarto Wijaya.

Dia menilai apa yang disampaikan Presiden Jokowi sudah ditunggu-tunggu sejak awal pandemi.

"Statement ini yang ditunggu dari awal, sebelumnya terkesan lebih menganakemaskan ekonomi. Semoga bisa tercermin di kebijakan dan implementasi," tulis @yunartowijaya.

Presiden ketujuh RI itu meminta para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju mengutamakan aspek kesehatan dibanding ekonomi dalam penanganan Covid-19.

Jokowi menegaskan bahwa kesehatan menjadi kunci. Tanpa kesehatan masyarakat yang baik ekonomi tak akan membaik.

"Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan," kata Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna dengan topik Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi 2021 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (7/9) pagi.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar