Corona Masih Liar, Jangan Harap Subsidi Gaji Bisa Kerek Ekonomi!

Senin, 07/09/2020 09:41 WIB
Faisal Basri, ekonom senior  (Radar-palembang.com)

Faisal Basri, ekonom senior (Radar-palembang.com)

Jakarta, law-justice.co - Ekonom senior Indef, Faisal Basri mengkritisi kebijakan pemerintah soal pemberian subsidi gaji untuk pegawai swasta bergaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Seperti diketahui, pemerintah terus mengupayakan peningkatan daya beli di masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional imbas Covid-19.

Salah satunya dengan memberikan subsidi gaji untuk pegawai swasta bergaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Menurut Faisal, pemberian bantuan ini belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dalam waktu dekat.

Faisal mengatakan, bantuan ini akan cenderung untuk disimpan, dan bukan untuk dibelanjakan.

"Kalau saya lihat, kalau istilahnya kita ini punya akar masalah, tapi yang kita selesaikan bukan akar masalah, ini ibaratnya Kemenkeu, BI, OJK, LPS, Kemenlu itu sudah bekerja maksimal, namun mereka sebagai pemadam kebakaran, akar masalahnya tidak diselesaikan," ujar Faisal seperti melansir wartaekonomi.co.id, Senin 7 September 2020.

Faisal menjelaskan, jika ingin menggerakkan perekonomian nasional, pemerintah harus menyelesaikan permasalahan di sektor kesehatan yang menjadi gerbang awal terjadinya pelemahan ekonomi di dunia.

"Sepanjang pandemi tidak bisa dijinakkan, maka kalau masyarakat dikasih uang seperti sekarang, misalnya pekerja yang dapat Rp600 ribu cenderung di tabung karena ini tambahan, kalau Covid-19-nya masih liar, maka mereka akan nahan," ujar Faisal.

Penanganan Covid-19 ini juga berkorelasi dengan tingkat kepercayaan investor pada perekonomian suatu negara. Di mana jika negara dapat menangani pandemi dengan baik, maka pasar modalnya masih tetap baik, pun sebaliknya.

Faisal berharap pemerintah menyelesaikan permasalahan di sektor kesehatan sebagai prioritas utama sebelum benar-benar membenahi sektor ekonomi.

"Jadi kemudian juga kita lihat dalam penanganan virus, kita happy di ekonomi, strateginya jelas berlapis malah, bahkan ada rencana koordinasi yang smooth," ucap Faisal.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar