Tes PCR Mahal, Fadli Zon: Ada yang Ambil Untung dari Kesusahan Rakyat!

Minggu, 06/09/2020 06:06 WIB
Fadli Zon. (Fajar)

Fadli Zon. (Fajar)

Jakarta, law-justice.co - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyebut ada pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari uji usap COVID-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Fadli yang juga Anggota DPR RI itu menyesalkan adanya RS yang mengambil kesempatan dalam kesempitan terkait uji usap PCR tersebut.

Bahkan, ia menilai hal semacam ini merupakan tindakan mengambil keuntungan dari kesusahan.

"Kesempatan dlm kesempitan. Keuntungan dr kesusahan," katanya lewat akun @fadlizon di Twitter Sabtu 5 September 2020.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) itu menilai RS seenaknya menentukan harga uji usap PCR karena tidak ada standar aturan terkait berapa yang seharusnya dibayar masyarakat.

"Kenapa RS bisa seenaknya tentukan harga, karena tak ada aturan harga PCR," kata Fadli Zon.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo mengungkapkan ada rumah sakit yang mematok harga tes usap (swab) menggunakan metode polymerase chain reaction di atas Rp 2,5 juta.

Menurut Doni, harga asli swab PCR di kisaran Rp 500 ribu.

“Ada rumah sakit yang mematok harga PCR swab di atas Rp 2,5 juta, padahal harga rutin atau harga yang biasa kami lihat tidak pernah lebih Rp 500 ribu per unit atau per pemeriksaan spesimen,” kata Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Kamis (3/9).

Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1985 itu memastikan akan membicarakan persoalan tersebut bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto guna mengambil langkah-langkah penertiban.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar