Messi Bertahan, tidak Selalu Menguntungkan Barcelona

Sabtu, 05/09/2020 20:30 WIB
Presiden Barcelona, Josep Bartomeu memeluk bintang asal Argentina Lionel Messi (Foto: FCBarcelona)

Presiden Barcelona, Josep Bartomeu memeluk bintang asal Argentina Lionel Messi (Foto: FCBarcelona)

law-justice.co - Teka-teki masa depan kapten Barcelona Lionel Messi kini semakin jelas, bahwa bintang Argentina itu akan tetap bertahan hingga tahun depan. Keputusan itu tidak selalu menguntungkan Barcelona. Ada konsekuensi di balik keputusan Messi, karena konflik yang sudah membara beberapa waktu terakhir.

Presiden Barcelona Josep Bartomeu bisa dibilang telah memenangkan perang antara ia dan salah satu pemain terbaik. Klub tetap pada keputusan bahwa Messi tidak boleh pergi tanpa klausul penebusan sebesar 700 juta euro. Situasi keuangan klub yang sulit di masa pandemi ini membuat angka itu begitu mustahil untuk dicapai oleh klub-klub kaya sekalipun.

Namun keberadaan Messi juga berdampak buruk pada Barcelona. Meski bertahan, tidak ada jaminan bahwa sang kapten akan tetap tampil optimal. Keberadaan Messi membuat klub harus menghabiskan setidaknya 100 juta euro untuk gaji pemain terbaik mereka. Di samping itu, proyek besar untuk mendatangkan Lautaro Martinez, Georginio Wijnaldum, dan Memphis Depay sekarang tampak lebih tidak mungkin daripada sebelumnya.

Hubungan yang Retak
Messi bertahan, tapi dia melontarkan kritikan pedas kepada petinggi klub. Dalam sebuah wawancara dengan Goal, La Pulga menyebut bahwa sejak lama Barcelona tidak memiliki ambisi untuk memenangkan gelar.

"Sebenarnya sudah lama tidak ada proyek atau apapun. Mereka menyulap dan menutupi lubang seiring berjalannya waktu," kata Messi.
Pernyataan itu jelas membuat hubungannya dengan Bartomeu rusak. Pemilihan Presiden Barceloan pada Maret mendatang menjadi satu-satunya jalan keluar, jika Bartomeu tidak lagi terpilih.

Fans Terbelah
Berbagai bab yang telah dibuka selama beberapa minggu terakhir telah membuat para pendukung Barcelona terbela. Kritikan terhadap Messi telah meningkat dari sebelumnya. Hal itu akan berpengaruh pada penampilan sang pemain di atas lapangan hijau. Jika dulu Messi selalu didukung, kali ini jika Messi bermain buruk, pasti akan dikritik habis-habisan. Terlebih lagi, suasanya ruang ganti musim depan pasti akan berbeda. Ivan Rakitic sudah hengkan, dan kini Luis Suarez juga di ambang pintu keluar.

(Januardi Husin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar