Divonis Bui Seumur Hidup, Gembong Narkoba Meksiko Ajukan Banding

Sabtu, 05/09/2020 19:15 WIB
Joaquin `Chapo` Guzman Kartel Narkoba Meksiko (bbc)

Joaquin `Chapo` Guzman Kartel Narkoba Meksiko (bbc)

Jakarta, law-justice.co - Pengadilan Amerika Serikat (AS) menjatuhi hukuman penjara seumur hidup yang dijatuhkan kepada raja kartel narkoba Meksiko, Joaquin `Chapo` Guzman. Pria yang akrab disapa `El Chapo` itu mengajukan banding atas hukumannya itu.

El Chapo kini dikurung di sel isolasi salah satu penjara dengan tingkat keamanan tinggi di gurun Colorado.

"Penuntutan Chapo Guzman dirusak oleh buruknya ekses dan jangkauan, baik oleh pemerintah maupun yudisial," ujar pengacara El Chapo, Marc Fernich, dikutip dari iNews.id, Sabtu (5/9/2020).

Mantan pemimpin kartel narkoba Sinaloa berusia 62 tahun itu dihukum tahun lalu atas kejahatan yang berlangsung selama 25 tahun, termasuk menjual ratusan ton kokain, heroin, metamfetamin, dan ganja.

Pengacara lainnya, Mariel Colon Miro, mengatakan, putusan hakim harus dibatalkan karena salah satu juri mengungkap kepada Vice News bahwa dia dan yang lainnya menemukan informasi tentang kasus tersebut melalui media dan jejaring sosial selama persidangan. Padahal sumber dari media sosial dilarang untuk menentukan putusan hukum.

Dia menambahkan, isolasi terhadap El Chapo sejak diekstradisi ke AS pada Januari 2017 tak memungkinnya untuk berkolaborasi dalam memberikan pembelaan sebelum dan sesudah persidangan.

"Kami sangat optimistis bahwa sesuatu yang positif akan datang dari sini," kata Miro.

Selama El Chapo berkuasa, kerajaan kartelnya meluas ke seluruh dunia, di mana tentakelnya membentang dari Amerika hingga Eropa dan Asia.

Dia sempat kabur dari penjara dua kali. Pada 2015 dia kabur melalui terowongan sepanjang 1,6 kilometer yang dibuat dari kamar mandi sel. Setelah itu dia kabur menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi bisa berjalan di rel kereta api.

Pasukan Marinir Meksiko menangkap El Chapo 6 bulan kemudian yakni pada Januari 2016 dan diekstradisi ke AS setahun kemudian, sekaligus mengakhiri permainan kucing-tikusnya selama puluhan tahun dengan pihak berwenang.

(Hendrik S\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar