HUT Habib Rizieq ke-55, Ada yang Rindu Berat & Ingin Dia Nyapres 2024

Selasa, 25/08/2020 08:28 WIB
PKS Sebut Habib Rizieq & UAS Berpeluang Maju pada Pilpres 2024. (linetoday)

PKS Sebut Habib Rizieq & UAS Berpeluang Maju pada Pilpres 2024. (linetoday)

Jakarta, law-justice.co - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab genap berusia 55 tahun pada tanggal 24 Agustus 2020 kemarin.

Habib Rizieq yang sampai sekarang masih bertahan di Arab Saudi mendapatkan kiriman doa dari kawan dan pendukungnya lewat media sosial.

"Selamat Hari Jadi ke 55 tahun. Semoga panjang umur, murah rezeki, dan tetap sehat wal `afiat. Terus berdiri tegak dalam amar ma`ruf nahi munkar sampai akhir hayat. Al Fatihah amin..." kata Wakil Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter @ustadtengkuzul

Dalam komentar yang disampaikan netizen di media sosial, sebagian dari mereka mengaku rindu sekali dengan kehadiran Habib Rizieq di Indonesia. Bahkan, salah satu netizen sampai kembali memutar ceramah-ceramah Habib Rizieq untuk mengobati kerinduan.

"Ya Allah rindu banget dengan habibina Ustadz. Tadi nonton ceramah-ceramah beliau tragedi Poso, benar-benar menggelora di dada saya. Semoga Allah selalu lindungi beliau dan keluarga beliau. Aamiinnn," kata @Faujijpn_

Habib Rizieq yang pergi ke Arab Saudi semenjak 2017 bersama keluarganya didoakan netizen supaya selalu sehat.

"Mabruk alfa mabruk, semoga selalu sehat, barokah, istiqomah, dan bahagia bersama keluarga ya habibana HRS," kata @syahrulsyah88.

Di antara doa-doa yang dipanjatkan, ada netizen yang menuliskan harapannya agar Habib Rizieq maju menjadi calon presiden 2024.

Kesulitan pulang

Seperti melansir suara.com, Komisi III DPR mempertanyakan kesulitan Habib Rizieq untuk pulang ke Indonesia pada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dalam rapat kerja dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di DPR, beberapa waktu yang lalu.

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi`i mengatakan DPR meminta kejelasan soal kemampuan negara mewujudkan cita-cita nomor satu yang disisipkan pendiri negara dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Kami hanya ingin minta kejelasan, apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia dalam rangka melaksanakan tujuan Republik ini? Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia agar Habib Rizieq bisa kembali pulang ke negara Republik Indonesia? Sebab dia adalah salah satu Warga Negara Indonesia," kata Syafi`i.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Yasonna mengatakan pemerintah tidak pernah melarang Habib Rizieq jika yang bersangkutan memang mau pulang ke negaranya.

"Kalau dia mau pulang ya pulang saja," kata Yasonna.

Yasonna mengonfirmasi bahwa dokumen pencekalan Habib Rizieq yang tersebar ke publik melalui sosial media adalah hoaks.

Ia mengatakan pemerintah tidak pernah mencekal Habib Rizieq, dan itu bisa dibuktikan dari daftar pencekalan yang dimiliki oleh Kantor Imigrasi Republik Indonesia.

"Dia nggak ada di daftar pencekalan kita, enggak ada penangkalan dari kami. kalau mau masuk, ya masuk. Pemerintah kan enggak pernah membuat penangkalan. Di Imigrasi tidak ada data penangkalan sama sekali. Sudah berkali-kali Imigrasi menyampaikan pernyataan itu," kata Yasonna.

Ia menambahkan apabila dikatakan ada pencekalan dari pemerintah Arab Saudi atas desakan pemerintah Republik Indonesia, Kemkumham belum melihat bukti surat-surat yang menyatakan demikian.

"Kami belum melihat itu, tetapi saya nggak tahu enggak ada. Tapi sampai ini boleh kami katakan pemerintah tidak ada melarang (Rizieq) untuk kembali. Kalau mau kembali, ya kembali saja," kata Yasonna.

Yasonna juga memastikan bahwa tidak ada permintaan dari penegak hukum atau dari siapa saja kepada Imigrasi yang meminta Habib Rizieq ditangkal masuk ke Indonesia.

"Tidak ada, dalam sistem free. Lain kali kalau beliau mau masuk ya masuk saja. Nggak ada (penangkalan). Paling tidak dari sisi Keimigrasian yang saya tahu sampai saat ini tidak ada. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan," kata Yasonna.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar