Agar Dihormati Rakyat, Jokowi Disarankan Tunda Gibran Maju di Pilkada

Jum'at, 14/08/2020 20:17 WIB
Ekonom Senior Rizal Ramli sarankan Jokowi tarik Gibran dari pencalonan Wali Kota Solo (law-justice.co/ Teguh Vicky Newsmaker)

Ekonom Senior Rizal Ramli sarankan Jokowi tarik Gibran dari pencalonan Wali Kota Solo (law-justice.co/ Teguh Vicky Newsmaker)

Jakarta, law-justice.co - Majunya Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020 disebut membuat rakyat tak menghargai Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Oleh karena itu, Ekonom senior Rizal Ramli menyarankan Jokowi untuk menunda Gibran maju. Hal serupa juga harus dilakukan oleh Bobby Nasution, menantu Jokowi.

“Saya usul tarik mundur dulu dah Gibran dan Bobby, nanti kalau (Jokowi) nggak Presiden dia (Gibran-Bobby) baru maju,” kata Rizal saat menjadi pembicara diskusi virtual, Jumat (14/8/2020).

Dengan menarik mundur Gibran dan Bobby, kata Rizal, rakyat Indonesia akan menaruh hormat. Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman era Jokowi ini mengatakan, jika Jokowi melakukan sarannya, Rizal mengaku dengan sukarela akan membantu pemenangan Gibran dan Bobby nantinya dalam pemilihan kepala daerah.

“Itu rakyat jadi hormat. Kalau perlu saya bantu, kalau sekarang nggak lucu, pesaingnya dipanggil suruh mundur,” tambahnya.

Mantan Menkoperekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini mengingatkan Jokowi untuk belajar dari Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun dan mengangkat anak sulungnya Siti Hardijanti Rukmana atau akrap disapa Tutut Soeharto sebagai Menkokesra.

“Karena rakyat marah, (Pak Harto) ngangkat Tutut. Dan sebulan setengah jatuh,” tutup Rizal.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar