Amien Rais: Jokowi Lakukan Politik Belah Bambu & Mental Koncoisme!

Kamis, 13/08/2020 10:29 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai PAN Amien Rais (Majalah Ayah)

Ketua Dewan Kehormatan Partai PAN Amien Rais (Majalah Ayah)

Jakarta, law-justice.co - Tokoh Nasional yang juga merupakan politisi senior, Amien Rais kembali melontarkan kritikan tajam terkait gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lewat sebuah video di kanal YouTube Amine Rais Official, Rabu 12 Agustus 2020, Amien Rais melontarkan kritik soal demokrasi di era Jokowi hingga soal politik belah bambu.

Dalam vidoe yang diberi judul `Bangsa Indonesia Dibelah` itu juga menggambarkan kondisi demokrasi era Jokowi dengan politik belah bambu, yaitu demokrasi yang memihak salah satu kelompok dan menjatuhkan kelompok yang lain.

Jokowi juga berkata bermental `koncoisme` atau hanya mementingkan kelompoknya saja dalam menegakkan demrasi, sehingga ada suara rakyat yang dibungkam ketika menyatakan pendapatnya.

"Sebagai presiden seharusnya Jokowi berpikir, bekerja dan terus berusaha untuk tidak jadi pemimpin partisan: topik pembicaraan sekitar anak bangsa dan menjauhi, nampaknya tampak memusuhi sekitar separuh anak bangsa lainnya," katanya.

Menurut dia, praktik semacam itu bisa memecah belah bangsa Indonesia. Ia menganggap bahwa Presiden Jokowi telah terjebak pada sebuah mentalitas yang tidak seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin negara.

"Tidak boleh seorang presiden terjebak pada mentalitas" koncoisme ", tegas Amien.

Ia kemudian mencontohkan jika praktik mentalitas koncoisme itu tercermin dalam respons yang diberikan Jokowi kala menghadapi aksi massa pada 4 November 20016 lalu atau yang disebut dengan aksi 411.

"Tiga orang utusan mereka ingin bertemu dengan Jokowi. Tetapi ditunggu dari pagi sampai larut senja, Jokowi di hari itu seharian meninggalkan Istana. Alasannya, ada satu urusan teknis harus diselesaikan di bandara Soekarno-Hatta," kata mantan Ketua MPR itu.

Amien juga mengungkapkan bahwa dalam dua kali periode masa jabatan Presiden Jokowi, perkembangan politik nasional bukan semakin demokratis tetapi malahan kian jauh dari spirit demokrasi.

Ia juga menganggap bahwa pemerintah selalu mencurigai umat Islam yang bersikap kritis dan korektif terhadap rezim.

"Sampai sekarang penyakit politik bernama partisanship itu tetap menjadi pegangan rezim Jokowi dalam menghadapi umat Islam yang kritis terhadap kekuasaannya," tambahnya.

Belum lagi, lanjut Amien, tentang orang-orang di Istana, termasuk buzzer, yang dianggapnya selalu pasang badan melindungi Presiden Jokowi dari hujaman kritik.

"Para buzzers bayaran dan para jubir Istana di berbagai diskusi atau acara di banyak stasiun televisi semakin menambah kecurigaan banyak kalangan terhadap politik Jokowi yang beresensi politik belah bambu. Menginjak sebagian dan mengangkat sebagian yang lain," tukas Amien.

Keresahan Amien ini adalah poin pertama dari daftar kritik yang sudah disiapkan oleh sang politikus senior dalam rangkaian risalah soal rezim Joko Widodo.

Ia mengatakan masih ada 13 poin lagi yang ia sebut sebagai pertimbangan Joko Widodo untuk seragam atau terus melanjutkan rezim.

Simak pernyataan lengkapnya dalam video berikut:

 

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar