Unggahan Provokatif di Facebook Tentang Nabi Muhammad Picu Bentrokan

Rabu, 12/08/2020 20:50 WIB
Bentrokan di Bengaluru India, menyusul unggahan provokatif tentang nabi Muhammad yang dilakukan seorang warga (Manjunath Kiran/AFP/Al Jazeera)

Bentrokan di Bengaluru India, menyusul unggahan provokatif tentang nabi Muhammad yang dilakukan seorang warga (Manjunath Kiran/AFP/Al Jazeera)

law-justice.co - Setidaknya tiga orang tewas di kota Bengaluru, India selatan, setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi terkait sebuah unggahan di media sosial yang provokatif tentang Nabi Muhammad, kata polisi dikutip dari kantor berita Reuters.

Unggahan di Facebook yang menyinggung umat Muslim memicu protes di India pada Selasa (11/8) malam di mana sebuah kantor polisi diserang, dan rumah serta kendaraan seorang politisi dibakar.

"Situasinya terkendali," kata kepolisian Kota Bengaluru di Twitter, menambahkan bahwa polisi menembakkan peluru tajam untuk membubarkan massa setelah menggunakan gas air mata dan pentungan.

"Meski sesepuh masyarakat berusaha menenangkan massa, mereka membakar kendaraan di jalan dan menyerang kantor polisi," kata Komisaris Polisi Kamal Pant.

“Demi melindungi diri, polisi terpaksa menembak dan tiga orang tewas," kata Pant, menambahkan bahwa 110 orang telah ditangkap karena dituduh melakukan perusakan dan menyerang polisi.

Seorang pejabat polisi mengatakan undang-undang darurat yang melarang pertemuan telah diberlakukan di Bengaluru, kota berpenduduk 12 juta orang yang paling dikenal sebagai Lembah Silikon India.

Di New Delhi, para pengunjuk rasa memaksa kegiatan bisnis untuk ditutup. Polisi mengatakan sekelompok besar orang terpecah menjadi dua kelompok dan pergi ke sekitar lingkungan itu memaksa pemilik toko untuk menutup kios mereka, merusak properti, membakar kendaraan sebelum pergi ke dua kantor polisi yang berbeda. 

Orang yang mengunggah di FB ditangkap

Pant mengatakan orang yang bertanggung jawab atas unggahan ofensif itu telah ditangkap. Namanya Naveen, yang merupakan keponakan politisi Kongres R Akhanda Srinivasa Murthy, yang rumahnya diserang dan dibakar dalam kekerasan itu.

Unggahan yang dilaporkan melibatkan Nabi Muhammad, telah dihapus. Facebook tidak segera mengomentari masalah tersebut.

Saluran TV menunjukkan sekelompok orang berkumpul di luar kantor polisi dan bentrok dengan petugas, membakar beberapa kendaraan polisi. Video tersebut menunjukkan kelompok tersebut kemudian mencoba untuk memaksa masuk ke kantor polisi, dan kelompok lain berkumpul di luar rumah politikus itu berteriak, melempar batu, dan membakar kendaraan yang diparkir di sepanjang jalan.

Para pengunjuk rasa memblokir mobil  pemadam kebakaran, dan beberapa personel media diduga diserang, menurut laporan. "Kami sedang menyelidiki masalah ini dan akan menggunakan rekaman CCTV untuk melihat siapa di balik aksi kekerasan ini, dan akan mengambil tindakan tegas," kata Menteri Dalam Negeri Karnataka Basavraj Bommai kepada saluran berita TV lokal.

Jangan berkelahi, kita bersaudara

Para pemimpin dan politisi Muslim mendesak warga untuk menahan diri dari kekerasan. "Ada seorang pemuda yang terkait dengan politisi lokal. Dia telah mengunggah bahwa `Saya tidak sekuler` dan kemudian juga menulis kata-kata  yang menghina Nabi Muhammad di media sosial, yang membuat marah orang," kata Maulana Mohammed Maqsood Imran Rasheedi, pemimpin agama Muslim di Bengaluru, kepada Anadolu Agency. "Kami mengimbau orang-orang untuk menjaga perdamaian dan tidak melakukan kekerasan apapun," tambahnya.

Mufti PM Muzammil dari Jamiat Ulama-i-Hind meminta ketenangan, dengan mengatakan bahwa polisi telah mengambil tindakan terhadap provokator tersebut. Seorang pemimpin senior dari partai oposisi Kongres di negara bagian, Dinesh Gundu Rao, juga mengimbau orang-orang untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum. "Jika ada yang menulis sesuatu yang tidak pantas, hukum akan berjalan dengan sendirinya dan ada begitu banyak cara dalam demokrasi untuk memperjuangkan keadilan. Tapi Kekerasan bukanlah jawabannya,” kata Rao. "Apa yang ditulis tentang nabi adalah kerja pikiran yang salah dengan maksud untuk menciptakan kekerasan,” tambahnya. 

Murthy, anggota legislatif negara bagian, juga menyerukan perdamaian di sebuah postingan media sosial. “Saya mohon kepada teman-teman Muslim kami, atas kesalahan beberapa penjahat, jangan bertengkar. Apapun perjuangannya, kami bersaudara. Saya mohon saudara-saudara Muslim kami untuk tetap damai. Saya juga akan berdiri bersama Anda,” katanya seperti dikutip oleh situs newsminute.com.

Sementara itu, R Ashoka, seorang menteri negara, mengatakan kepada saluran berita yang sama bahwa serangan terhadap polisi dan media tidak akan ditoleransi."Orang seperti apa yang menyerang polisi? Media? Polisi setempat telah diberi keleluasaan untuk menangani situasi tersebut," ujarnya. (Al Jazeera)

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar