Kirim Surat ke Jokowi, SPASI Minta Turunkan Biaya Penyeberangan

Rabu, 12/08/2020 14:27 WIB
Presiden Jokowi diminta SPASI turunkan biaya penyeberangan antar pulau Jawa dan Sumatera (detikcom)

Presiden Jokowi diminta SPASI turunkan biaya penyeberangan antar pulau Jawa dan Sumatera (detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Serikat Pekerja Angkutan Seluruh Indonesia (SPASI) telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Tujuannya adalah meminta pemerintah untuk menurunkan biaya penyeberangan antar Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Pasalnya, di tengah kondisi pandemi covid-19, biaya penyeberangan dirasakan sangat membebani dan menekan para pekerja angkutan.

Ketua Umum SPASI Sugeng Prayitno mengatakan, biaya penyebrangan antar Pulau Jawa dan Pulau Sumatra yang tinggi sangat tidak selaras dengan keinginan Pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional dengan tujuan mengurangi ekonomi biaya tinggi di sektor tranportasi

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional yang berdaya saing dan berdaya guna, kami selaku Serikat Pekerja di sektor Angkutan Barang antar pulau telah berdiskusi dengan salah satu perusahaan pelayaran nasional yang bersedia untuk mengoperasikan Kapal Ro-Ro dari Pelabuhan Merak Mas ke Pelabuhan Panjang dan sudah berinvestasi beberapa Kapal Ro-Ro berkapasitas besar untuk mengurai kemacetan dan menekan biaya logistik antar Pulau tersebut," kata Sugeng melalui keterangan persnya, Rabu (12/8/20).

Sugeng mengungkapkan, data menunjukkan Indonesia hanya memiliki 15 terminal kargo, yakni 4 yang berlokasi di Cilegon (Banten), Tanjung Priok (Jakarta), Semarang (Jawa Tengah), dan Surabaya (Jawa Timur). Sementara di Sumatra terdapat 7 terminal kargo yang terdiri dari Belawan (Sumatra Utara), Perawang (Riau), Panjang (Lampung), Padang (Sumatra Barat), Jambi, dan dua di Palembang (Sumatra Selatan).

"Dimana Pembukaan jalur Ro-Ro dari Pelabuhan Merak Mas ke Pelabuhan Panjang sudah sangat memenuhi kepentingan untuk mengangkut cargo dari Pulau Jawa dengan Terminal Cargo di Pelabuhan Panjang," ungkapnya.

Namun, kata Sugeng, niat baik untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat RI khususnya di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra masih terdapat hambatan, dikarenakan belum diizinkannya pengoperasian Kapal Ro-Ro tersebut.

"Menurut perhitungan kami setelah kami mengadakan pembicaraan dengan operator pelayaran dimaksud, penghematan yang bisa kami dapatkan selaku perusahaan logistik dengan kehadiran kapal Ro-Ro dari Pelabuhan Merak Mas ke Pelabuhan Panjang kurang lebih sekitar Rp 500.000 per truk," ungkapnya.

Menurutnya truk yang menyeberang dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatra diperkirakan sebanyak 3500 - 4000 setiap hari. Sehingga, apabila ada penghematan Rp500.000 per truk, maka dalam sehari total penghematan biaya logistik nasional bisa mencapai Rp2,2 miliar. Dengan kebijakan itu, maka per tahunnya bisa hemat Rp836 miliar.

"Dengan ini kami memohon kepada Bapak Presiden agar meminta Bapak Menteri Perhubungan RI untuk bisa segera merealisasikan program pelayaran dari Pelabuhan Merak Mas ke Pelabuhan Panjang sehingga perusahaan logistik nasional lebih dapat bersaing secara efisien dan akan berdampak terhadap penurunan biaya logistik nasional khususnya di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra," tutupnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar