Akan Terima Bintang Tanda Jasa, Fahri Sebut Jokowi Senang Kritikannya

Selasa, 11/08/2020 22:44 WIB
Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah. (Viva)

Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah. (Viva)

Jakarta, law-justice.co - Nama Fahri Hamzah kembali heboh akhir-akhir ini. Alasannya adalah karena namanya dan Fadli Zon, mantan rekannya di DPR RI masuk diantara puluhan daftar tokoh yang akan menerima Bintang Tanda Jasa dari Presdien Joko Widodo atau Jokowi.

Masuknya nama Fahri terbilang kaget, karena dia kerap mengkritik kebijakan Jokowi. Namun, Fahri malah mengaku bahwa Jokowi sangat menyukai kritikan pedas yang disampaikannya.

Mantan Politikus PKS itu mengatakan hanya orang-orang di belakang Jokowi yang sangat lemah karena mudah tersulut dengan kritikannya.

"Pak Jokowi itu berkali-kali saya bertemu itu dia menyatakan terbuka bahwa dia menggemari kritik-kritik yang saya ajukan tapi kita punya tim yang kadang-kadang ada orang-orangnya yang enggak sekuat Pak Jokowi yang mendengar kritik, itu koreksi buat mereka juga," kata Fahri seperti dikutip dari viva.co, Selasa (11/8/2020).

Pernyataan ini muncul terkait pertanyaan, apakah Fahri akan tetap kritis terhadap pemerintah setelah mendapatkan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Jokowi, dalam beberapa waktu ke depan.

Menurut Fahri, menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa setiap kritik harusnya bisa ditanggapi tanpa harus melakukan pelaporan ke polisi. Apalagi pihak-pihak yang mengaku berada di belakang Jokowi.

"Kalau Presidennya tidak anti kritik yang lainnya juga harus menyesuaikan," kata Waketum Partai Gelora itu.

Karena, menurut dia, jika kritik dibungkam maka ini akan berbahaya bagi masyarakat. Menurut dia, DPR harus bisa menjadi oposisi bagi pemerintah, agar fungsi kontrolnya tetap berjalan.

Fahri mengatakan, apa yang dia kritik selama ini adalah untuk menjaga negara. Presiden Jokowi menurutnya, memahami itu sehingga dia menikmati kritik-kritik tanpa harus baper (terbawa perasaan).

"Sikap Presiden terhadap kritik mungkin jauh lebih baik dari pejabat yang terlalu baper terhadap kritik," tutupnya.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar