Survei LKPI: Elektabilitas Soerya Unggul di Pilgub Kepri 2020

Selasa, 11/08/2020 21:25 WIB
Bakal calon Gubernur Kepri 2020 (indopolitika)

Bakal calon Gubernur Kepri 2020 (indopolitika)

Jakarta, law-justice.co - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei untuk menakar elektabilitas bakal calon yang maju pada Pilkada Kepri 2020. Dari hasil survei yang dilakukan terhadap 1.220 responden itu menempatkan elektabilitas Mantan Wagub Kepri Soerya Raspationo di urutan teratas.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono melalui siaran persnya, Selasa (11/8/2020).

"Hasilnya, Mantan Wagub Kepri Soerya Raspationo dengan perolehan 25,60 persen. Disusul dengan Ansar Ahmad yang dipilih oleh 15,30 persen responden, Ismeth Abdullah 13,80 persen, dan petahana Isdianto 12,10 persen," kata Arifin.

Kemudian disusul Iman Sutiawan (4,20), Suryani (3,10), dan Marlin Agustina (1,80). Sementara responden yang tak memberikan suaranya adalah 24,10 persen.

Sementara mengenai popularitas atau tingkat pengenalan dan kesukaan masyarakat, Soerya Raspationo mendapat 70,6 persen, Ansar Ahmad 67,8 persen, dan Ismeth Abdullah 65,9 persen.

"Lalu Isdianto dikenal oleh 60,3 persen, Iman Sutiawan 30,4 persen, Suryani 30,3 persen, dan Marlin Agustina 29,6 persen," jelasnya.

Dalam simulasi head-to-head pada survei pilgub kepulauan Riau antara petahana Isdianto - Suryani yang akan diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) melawan Soerya Respationo - Iman Sutiawan yang diusung PDIP Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) didapatkan 45,6 persen responden memilih Soerya Respationo - Iman Sutiawan. Sedangkan 30,2 persen responden memilih pasangan Isdianto - Suryani. Mana belum memilih sebanyak 24,2 persen responden.

"Kesimpulannya, popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas Soerya Raspationo menjadi yang tertinggi karena pernah menjadi di wakil gubernur dan pernah juga maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Amsar Ahmad pada periode sebelumnya," lanjutnya.

"Ketidakpuasan masyarakat sangat mempengaruhi tingkat elektabilitas dari Calon Gubernur petahana," kata Arifin.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,8 persen.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar