Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus, Jokowi: Ini Hati-Hati

Selasa, 11/08/2020 17:01 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Pangkalan TNI AU Bandung. (istimewa).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Pangkalan TNI AU Bandung. (istimewa).

law-justice.co - Pertumbuhan ekonomi Indonesia dikatakan oleh Presiden Joko Widodo selama kuartal II tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 5,32 persen. Dimana sebelumnya ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 2,97 persen.

"Tetapi kuartal kedua kita sudah masuk ke minus, dari 2,97 persen positif langsung minus 5,32 persen, ini hati-hati," kata Jokowi saat memberikan arahan dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020) yang dilansir dari Suara.com.

Dalam kunjungannya ke Bandung tersebut, Jokowi juga menyoroti pertumbuhan ekonomi kuartal kedua di Jawa Barat berada di posisi minus 5,9 persen. Namun ia merasa optimis pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga akan membaik.

"Kita ingin tumbuh positif, tapi memang ini perlu kerja keras," ucap dia.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepala daerah untuk segera merealisasikan penyerapan anggaran yang ada di dalam APBD. Pasalnya, kata dia masih ada anggaran APBD seluruh daerah sebesar Rp170 Triliun yang mandek di bank.

"Artinya penggunaannya memerlukan kecepatan terutama di kuartal ketiga ini. Kunci ada di bulan Juli, Agustus dan September, supaya kita tidak masuk dalam kategori resesi ekonomi," imbuhnya.

Jokowi tetap mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibanding negara lain meskipun minus 5,32 persen. Ia membandingkan dengan pertumbuhan sejumlah negara yang minus di bawah Indonesia, seperti Italia minus 17,3 persen, Jerman minus 11,7 persen, Perancis minus 19 persen dan Amerika Serikat minus 9,5 persen.

"Ini harus tetap kita syukuri," ucapnya.

Jokowi mengingatkan pemerintah daerah untuk segera merealisasikan anggaran di APBD terutama di kuartal ketiga. Sebab kuartal ketiga sangat menentukan nasib ekonomi Indonesia.

"Begitu kita belanjakan sesegera mungkin, kemungkinan kita bisa kembali lagi ke positif itu masih ada," pungkasnya.

(Bona Ricki Jeferson Siahaan\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar