FPI soal Jika Prabowo Maju di 2024: Enggak Bosen 20 Tahun Nyapres Mulu

Selasa, 11/08/2020 10:43 WIB
Munarman pentolan FPI (suaradewan.com)

Munarman pentolan FPI (suaradewan.com)

Jakarta, law-justice.co - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI), Munarman mengaku heran jika keputusan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto nantinya menerima keinginan kader partainya untuk maju lagi sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Pasalnya kata dia, eks Danjen Kopassus itu sudah empat kali berupaya menjadi presiden RI, diawal ikut konvensi capres Partai Golkar jelang Pilpres 2014 lalu.

"Lah, enggak bosen-bosen apa 20 tahun menyalonkan mululu," kata Munarman seperti melansir jpnn.com, Selasa 11 Agustus 2020.

Meski begitu kata dia, pihaknya belum menentukan sikap seandainya Prabowo benar maju di Pilpres 2024.

Alasannya kata dia, FPI belum berpikir urusan politik Pilpres 2024 karena waktunya masih lama. "Nantilah, masih jauh itu," ungkapnya.

Disisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin memperkirakan Prabowo Subianto akan maju sebagai capres di Pilpres 2024.

Terlebih lagi kata dia, Prabowo mendapatkan dukungan dari kader partainya setelah Kongres Luar Biasa (KLB) Gerindra.

"Prabowo sudah dipastikan akan maju lagi, 99,9 persen akan maju lagi. Oleh karena itu, langkah pertama menjadi Ketum Gerindra lagi dan kedua, massanya atau kader Gerindra, memintanya maju jadi capres lagi," katanya.

Kata dia, Prabowo tidak bakal menjadi "king maker" di dalam Pilpres 2024 dengan mendukung tokoh lain.

Kontestasi Pilpres 2024 harus dimaksimalkan Prabowo karena menjadi kesempatan terbaik bagi dirinya untuk menjadi presiden.

"Prabowo tak akan jadi king maker di 2024. Di Pilpres 2024 adalah the last battle bagi Prabowo," ucapnya.

Menurut dia, tidak ada kata malu dalam politik, meski Prabowo sudah tiga kali maju berkontestasi di Pilpres.

Apalagi kata dia, aturan hukum tidak melarang seseorang maju sebagai capres dalam empat kesempatan.

"Tak ada kata malu dalam politik. Makanya akan maju lagi. Pertama, tak ada aturan yang melarang. Kedua, penasaran belum pernah menang, Ketiga, di Pilpres 2024 tak ada incumbent," ungkapnya.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar