Setelah Covid-19, AS Dihantui Wabah Salmonella yang Mencemari Bawang

Sabtu, 08/08/2020 20:16 WIB
Bakteri Salmonella (Foto:Ars Technica)

Bakteri Salmonella (Foto:Ars Technica)

Jakarta, law-justice.co - Amerika Serikat kini dihantui wabah salmonella atau bakteri yang menyerang pencenaan akibat bawang yang tercemar. Belum selesai kasus Covid-19 petugas kesehatan setempat kini tengah berjibaku menuntaskan wabah baru yang berasal dari bawang.

Hingga Jumat 7 Agustus 2020, ratusan orang di Amerika Serikat dan Kanada telah jatuh sakit karena wabah Salmonella.

Bakteri penyakit Salmonella ini diduga mencemari bawang yang dipasok dari Thomson International.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com, pemasok yakni Thomson International telah menarik kembali semua bawang merah, kuning, dan putih yang dikirim sejak 1 Mei.

Di Amerika Serikat, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengidentifikasi 640 kasus salmonella yang terkait dengan bawang. Sekitar 85 orang dirawat di rumah sakit.

Sedangkan di Kanada, pejabat kesehatan tercatat 239 kasus salmonella yang dikonfirmasi, termasuk 29 rawat inap.

Karena bawang bombay Thomson International dijual dengan berbagai nama merek, mungkin sulit untuk mengidentifikasi bawang yang terkena dampak penarikan kembali.

Para ahli menjelaskan, jika Anda tidak yakin, Anda harus membuang bawang yang Anda miliki.

"Jika Anda tidak tahu dari mana bawang Anda berasal, ikuti saran `jika ragu, buanglah`," kata pengacara keamanan makanan Bill Marler.

Marler mewakili lusinan orang di AS dan Kanada yang jatuh sakit akibat wabah tersebut.

FDA juga merekomendasikan pembuangan bawang jika pelanggan tidak dapat mengidentifikasi apakah mereka dikirim dari Thomson International.

Bahkan FDA meminta untuk lebih ekstra waspada dalam pembersihan permukaan atau wadah yang mungkin bersentuhan dengan bawang yang terkontaminasi.

"Ini termasuk talenan, pemotong, meja dapur, lemari es, dan tempat penyimpanan," ujar FDA.

Infeksi Salmonella sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri yang biasanya mempengaruhi saluran usus.

Bakteri salmonella biasanya hidup di usus hewan dan manusia yang kemduian dibuang melalui kotoran.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:



Berita Terkait

Komentar