Rocky Gerung:

Dari Zaman Soeharto Sampai SBY `Gua` Kritik, Kok Jokowi Enggak Boleh?

Sabtu, 08/08/2020 19:26 WIB
Rocky Gerung. (Ayosemarang)

Rocky Gerung. (Ayosemarang)

Jakarta, law-justice.co - Rocky Gerung geram terhadap pendukung Presiden Joko Widodo, yang menurutnya sudah tak bisa lagi menganalisis apa yang sedang terjadi lantaran mempertahankan kekuasaannya. Maka demikian, penting bagi kubu oposisi untuk mengritik kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden.

Bahkan, menurutnya siapa pun yang menjabat sebagai Presiden wajib untuk dikeritik kebijakannya.

"Zaman, Soeharto juga gua kritik, zaman Gusdur juga gua kritik, hingga SBY jadi nggak ada yang beda sebenarnya," ujarnya saat menjadi pembicara dalam tayangan Podcast Deddy Corbuzier, dikutip dari Pojoksatu.id, Sabtu (8/8/2020).

Dosen Universitas Indonesia ini menambahkan kritik yang dia lontarkan selama ini hanya semata-mata untuk kepentingan bangsa.

"Karena itu kita kasih kritik, tapi orang malah marah sama gua kasih kritik, terus mereka menganggap nggak ada pemerintah yang ingin menyengsarakan rakyat, itu idealnya," jelasnya.

Tapi dalam praktek, tegas ahli ilmu filsafat ini, 90 persen kekuasaan dapat menyengsarakan rakyat, hal itu terlihat mulai abad pertama sudah begitu.

"Untuk itu dari awal oposisi harus bekerja, oposisi itu bekerja satu detik setelah penguasa dibentuk. Dan gua prediksi nggak bakalan ada lembaga yang beroposisi," katanya.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar