Bahas Masalah Kebangsaan, AHY Kunjungi Bamsoet

Kamis, 06/08/2020 20:56 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Law-justice.co)

Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Law-justice.co)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Pertemuan keduanya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, itu membicarakan terkait masalah kebangsaan.

"Tadi kami banyak diskusi, bicara soal kebangsaan. Dari masalah Covid hingga bagaimana bangsa ini bisa segera recovery ekonomi," ujar Bambang Soesatyo, dikutip dari Pojoksatu.id, Kamis (6/8/2020).

Politikus Partai Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu menuturkan tantangan bangsa ini ke depan memang tidak ringan. Namun, dia meyakini ketika seluruh anak bangsa memiliki persepsi yang sama, melakukan langkah dan tindakan yang sama maka bangsa ini akan bisa lebih cepat melewati masa-masa sulit ini.

"Sudah tidak waktunya lagi saling menghujat, tidak waktunya lagi saling memukul," katanya.

Menurut Bamsoet, yang dibutuhkan bangsa ini ke depan adalah saling membangun dan saling merangkul. "Saya kira itu substansi yang kami bicarakan," ucapnya.

Sementara itu, AHY mengatakan situasi negara saat ini dilanda pandemi Covid-19, telah menyisakan banyak permasalahan. Bukan hanya kesehatan sebagai hal utama karena menyangkut keselamatan jiwa masyarakat, tetapi krisis ekonomi yang menghantui.

"Baru saja diumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal kedua kita negatif 5,23 persen. Artinya akan banyak aspek yang terdampak. Termasuk akan makin bertambahnya jumlah masyarakat miskin, bertambahnya pengangguran dan ketimpangan di sana sini," ungkap AHY.

Masalah tersebut, AHY menjelaskan harus dihadapi dengan kebersamaan. Bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan antara satu dengan yang lain. AHY menekankan Partai Demokrat ingin menjadi bagian dari solusi yang dibutuhkan bangsa.

"Tidak ingin saling menyalahkan, apalagi hanya melempar tanggung jawab itu kepada pemerintah. Karena ini adalah permasalahan bersama, masalah bangsa," katanya.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar