Banyak yang Gugur, Tenaga Medis di Indonesia Alami Ketimpangan

Kamis, 06/08/2020 20:41 WIB
Sebagai ilustrasi tenaga medis penanganan virus corona. [Paolo Miranda/BBC]

Sebagai ilustrasi tenaga medis penanganan virus corona. [Paolo Miranda/BBC]

Jakarta, law-justice.co - Tenaga medis banyak gugur selama pandemi Covid-19. Hal tersebut membuat rasio tenaga medis makin timpang di Indonesia.

"Pemerintah tidak memiliki toleransi terhadap kondisi ini dan kami berusaha keras untuk mencegah terjadinya korban yang lebih banyak lagi," ujar juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, di Istana Negara, dikutip medcom.id, Kamis (6/8/2020).

Wiku menuturkan bela sungkawa atas gugurnya tenaga kesehatan. Ia menyampaikan sejak awal, tenaga medis Indonesia memang sedikit.

"Maka dari itu sejak awal penanganan covid-19 kami sangat menitikberatkan perlindungan tenaga kesehatan sebagai prioritas utama," katanya.

Langkah mitigasi yang sudah dilakukan antara lain memastikan tenaga kesehatan mendapatkan alat pelindung diri (APD) berstandar internasional. Indonesia telah memiliki APD buatan lokal dengan nama Ina United yang sudah berstandar internasional tertinggi, yaitu ISO 16604.

Pihaknya terus mendorong seluruh tenaga kesehatan di Indonesia mendapatkan APD berstandar tinggi. Tenaga medis juga diingatkan untuk menggunakan dan melepaskan APD sesuai prosedur dalam penanganan pasien covid-19.

Selain itu, pihak rumah sakit diminta memangkas waktu kerja tenaga kesehatan. Ini untuk menjaga daya tahan tubuh tenaga medis.

"Agar mereka tidak kelelahan yang dapat berakibat pada penurunan imunitas. Bersama kita saling menjaga bersatu kita bisa," tegasnya.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar