Denny Siregar Sebut 4 Nama di MUI Ini Jadi Pendukung Khilafah

Kamis, 06/08/2020 16:59 WIB
Pegiat Media Sosial Denny Siregar sebut 4 nama pendukung khilafah di MUI (monitor.co.id)

Pegiat Media Sosial Denny Siregar sebut 4 nama pendukung khilafah di MUI (monitor.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Pegiat media sosial Denny Siregar kembali membuat heboh. Kali ini dia menyebut empat orang ulama yang punya jabatan penting di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai pendukung khilafah.

Menurut pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini, saat ini MUI dipimpin oleh oleh kelompok-kelompok pendukung khilafah sebagai bagian dari strategi mereka menguasai umat Islam di Indonesia.
Denny mengatakan situasi ini tak disadari oleh orang saat ini.

Hal itu disampaikannya dalam sebuah video dengan durasi 10 menit 28 detik yang diunggahnya ke akun Youtube CokroTV dengan judul: Sales-sales Khilafah di Majelis Ulama Indonesia.

“Tidak banyak org yang sadar, bagaimana MUI sekarang disetir oleh kelompok-kelompok pendukung khilafah sebagai bagian strategi mereka menguasai umat Islam di Indonesia. Lihat, siapa saja org-orang yang duduk disana dan anda pasti kaget," katanya melalui cuitannya di akun Twitternya @Dennysiregar7 seperti dikutip law-justice.co, Kamis (5/8/2020).

Adapun nama-nama yang disebut Denny dalam video tersebut adalah Bachtiar Natsir (BN), Zaitun Rasmin, Tengku Zulkarnain, dan Yusuf Martak.

Menurut Denny, saat ini bachtiar Nasir menjadi Wakil Sekretaris di MUI. Dia dikenal dengan ideologi khilafahnya bahkan ketika demo 212 dia gaungkan pendirian negara khilafah dengan konsep revolusi di Indonesia.

"Jejak digitalnya terlihat waktu dia membawa bendera pemberontak Suriah. Dia adalah sales utama khilafah yang pengaruhanya sangat merusak, sangat licin dan berbahaya. Sekarang dengan berlindung dibalik MUI dia seperti membersihkan dirinya dan mengklaim sebagai ulama sekaligus menyebarkan ideologi-ideologi khilafahnya," katanya.

Adapun Zaitun Rasmin kata Denny kini duduk di MUI sebagai Wasekjen Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional. Jejak digitalnya juga terlihat ketika dia dan Bachtiar Natsir sama-sama membawa bendera pemberontak Suriah.

"Kedua orang ini, anehnya bisa duduk di MUI dengan tenang sambil menyebarkan ideologi mereka yang merusak. Sangat berbahaya sekali ketika MUI ada di tangan orang-orang seperti ini yang bisa membawa negeri ini menjadi seperti Suriah dengan menguasai label ulama sebagai jualannya," kata Denny.

Sementara Tengku Zulkarnain,menururt Denny dalam setiap tweet-tweetnya selalu memprovokasi umat sehingga Islam terlihat menjadi provokator di dalam kebangsaan.

"Jika Tengku Zulkarnain adalah orang biasa, mungkin tidak menjadi masalah. Tetapi dia menjabat sebagai Wasekjen MUI yang membuat gelar ulama menjadi rusak karena perilakunya," jelas Dennya.

"Yang menarik, sebagai bendahara MUI ada yang bernama Yusuf Martak. Kita tahu dia penggagas Gerakan 212. Yusuf Martak sempat dikenal sebagai mantan Direktur dari Lapindo, perusahaan di bawah kelompok Bakrie Group yang mendadak menjadi ulama tanpa jelas rekam jejaknya. Sampai sekarang belum ada satupun gerakan untuk kembali memurnikan MUI supaya kembali pada track nya, terutama track keulamaan," tutupnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar