Setidaknya 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah Menyusul Ledakan di Beirut

Rabu, 05/08/2020 20:31 WIB
Ledakan di Beirut (4/8) mengakibatkan setidaknya 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal (Sky News)

Ledakan di Beirut (4/8) mengakibatkan setidaknya 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal (Sky News)

law-justice.co - Presiden Libanon Michel Aoun menyerukan pertemuan kabinet darurat pada hari Rabu dan mengatakan keadaan darurat selama dua minggu harus dilakukan, menyusul ledakan besar di Beirut yang menewaskan sedikitnya 100 orang dan melukai 4.000 lainnya.

Ledakan pada hari Selasa (4/7) mengirim gelombang kejut ke seluruh kota, menyebabkan kerusakan luas hingga pinggiran ibukota. Para pejabat mengatakan mereka memperkirakan jumlah korban tewas akan bertambah, sementara para petugas menggali reruntuhan untuk mencari para korban.

Gubernur kota Beirut Marwan Abboud mengatakan setidaknya 300.000 orang kehilangan rumah dan pihak berwenang sedang berupaya menyediakan makanan, air, dan tempat tinggal bagi mereka.

Penyebab ledakan itu belum sepenuhnya jelas. Namun para pejabat menghubungkan ledakan itu dengan sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang disita yang disimpan di gudang di pelabuhan selama enam tahun.

Aoun mengumpulkan Dewan Pertahanan Tinggi negara itu setelah ledakan, dan Perdana Menteri Hassan Diab meminta hari berkabung pada hari Rabu. (Al Jazeera)

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar