Rocky Sebut Prostitusi Politik Lebih Buruk daripada Prostitusi Online

Rabu, 05/08/2020 05:47 WIB
Akademikus Rocky Gerung dan Presiden Joko Widodo (Foto: Tribun)

Akademikus Rocky Gerung dan Presiden Joko Widodo (Foto: Tribun)

Jakarta, law-justice.co - Pengamat Politik, Rocky Gerung kembali melontarkan kritikan pedas terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kali ini dia menyoroti soal majunya putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Solo.

Dia menyebut Jokowi lebih rendah daripada tersangka dugaan kasus prostitusi online Hana Hanifah.

Pasalnya kata dia, politik prostitusi lebih rendah dari kasus prostitusi online artis.

"Lebih buruk political prostitution yang dipamerkan di ruang publik bahkan dari Istana daripada prostitusi online Hana Hanifah di kamar tertutup yang digerebek itu," ujar Rocky Gerung melalui akun Youtube politisi PKS Mardani Ali Sera, dalam diskusi yang berjudul ‘Indonesia Leaders Talk’, Senin 3 Agustus 2020 lalu.

Dia menilai, jika Hana Hanifah terlibat prostitusi menyangkut moral pribadinya, sementara Jokowi dinilai telah lakukan prostitusi politik yang menyangkut moral publik.

Sebelumnya, DPC PDIP Solo telah merekomendasikan Achmad Purnomo. Bahkan Achmad Purnomo sempat diundang Jokowi ke Istana beberapa waktu yang lalu.

Presiden, kata Rocky, justru dianggap melakukan kejahatan politik yang disebutnya sebagai political prostitution dengan memanggil Purnomo ke Istana.

“Lalu orang bisa mikir itu ya itu ada urusan lain, urusan apa? Kalau Calon Wali Kota Solo dipanggil ke Istana cuma ada kemungkinannya, disuruh maju atau disuruh berhenti, yang manggil Presiden,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rocky Gerung menilai pihak Istana telah melakukan kebohongan publik dengan memanggil Achmad Purnomo.

“Jadi semua keterangan Istana itu menjad hoaks, omong kosong kalau logisnya kita bersihkan, dipanggil ke Istana hanya untuk dua (faktor) itu,” katanya.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar