Waduh! Perusahaan Hary Tanoe Digugat Pailit

Minggu, 02/08/2020 21:16 WIB
Ilustrasi sidang pengadilan (Gatra.com/Shutterstock)

Ilustrasi sidang pengadilan (Gatra.com/Shutterstock)

Jakarta, law-justice.co - Perusahaan asal Korea Selatan, KT Corporation, menggugat PT Global Mediacom (BMTR), Tbk ke pengadilan negeri (PN) Jakarta Pusat. PT BMTR milik Ketua Umum partai Perindo Hary Tanoe Soeribjo yang digugat pailit.

Berdasarkan laman SIPP PN Jakarta Pusat, gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara 33 / Pdt.Sus-Pailit / 2020 / PN Niaga Jkt.Pst. KT korporasi dalam petitum kepada majelis hakim meminta agar BMTR meminta pailit.

"Menyatakan PT GLOBAL MEDIACOM Tbk., Beralamat di MNC Tower lantai 27, Jl. Kebon Sirih No. 17-19, Jakarta 10340 (Termohon Pailit) pailit dengan segala macam hukumnya," demikian bunyi petitum perkara yang ingin dilihat Suara.com (08.02.2020).

Bunyi petitum selanjutnya meminta tiga orang untuk ditujuk sebagai kurator pailit. Berikut tiga nama itu:

Dr. Dra. Fennieka Kristianto, SH., MH., M.Kn., MA, Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No. : AHU.AH.04.03.81, yang berkantor di Kantor Hukum Fennieka & Associates beralamat di Jl. Belawan No.8, Jakarta Pusat 10150;

Yongki Martinus Siahaan, SH., MH., Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.: AHU-117.AH.04.03-2018, yang beralamat kantor di Jl. Bendungan Hilir III, No.9, Jakarta Pusat;

Ronal Hermanto, SH., Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No. : AHU-38.AH.04.03-2020, yang beralamat kantor di Jl. Sky IV, RT.13 RW.05 No.68, Kel. Sunter Jaya, Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara.
selaku Tim Kurator dalam proses kepailitan Termohon Pailit.

KT Corporation juga meminta majelis hakim agar menentukan imbalan jasa kurator pailit ini. Seluruh biaya juga diminta dalam petitum agar ditanggung oleh BMTR.

"Menghukum Termohon Pailit untuk membayar seluruh biaya perkara," demikian bunyi akhir petitum.

 

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar