Organda: Operator Angkutan Barang Merugi di Masa Libur Idul Adha

Minggu, 02/08/2020 15:18 WIB
Razia truk muatan over kapasitas (ODOL) (Foto:Jasa Marga)

Razia truk muatan over kapasitas (ODOL) (Foto:Jasa Marga)

Jakarta, law-justice.co - Organda meminta pemerintah memberikan solusi terhadap angkutan ekspedisi barang yang merugi besar di masa libur Idul Adha sekarang ini.

Hal itu dikarenakan truk kelebihan muatan dan dimensi atau overdimension overload (ODOL) dan pengguna kendaraan pribadi malah membuat perusahaan angkutan barang dirugikan karena sumbu tiga ke atas dilarang lewat tol arah Jakarta.

Ketua DPP Organda Adrianto Djokosoetono menjelaskan perusahaan angkutan barang menjadi kesulitan mengubah jadwal yang sudah ditetapkannya karena adanya pelarangan atau pembatasan operasi sumbu tiga ke atas ini.

"Sebaiknya pemerintah perlu menjalankan lagi proses pengaturan dan penertiban implementasi bebas ODOL terutama di jalan tol seperti yang sudah dicanangkan," paparnya seperti dikutip dari Bisnis, Minggu (2/8/2020).

Kata dia, perusahaan angkutan sulit merubah jadwal yang mendadak. Namun, sebagai operator, para pengusaha swasta ini tetap perlu mengikuti juga keputusan pemerintah yang diklaim sudah dalam pertimbangan seluruh pihak.

"Yang penting ke depannya hal ini dapat dilakukan dengan waktu yang cukup. ODOL ini jadi insiden yang menyebabkan pertimbangan angkutan barang juga dialihkan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah kendaraan pribadi mengakibatkan rencana kepolisian untuk mengalihkan angkutan barang 3 sumbu atau lebih untuk tidak melalui tol mulai Minggu (2/8/2020) selama 24 jam.

Andre menuturkan pantauan selama 2 hari terjadi kemacetan akibat kerusakan jalan yang disebabkan angkutan barang ODOL, sehingga perlu ada upaya bersama kembali menyelesaikan perkara ODOL ini.

Pemerintah mempersiapkan langkah-langkah penanganan arus balik Iduladha serta mencegah terjadinya kepadatan lalu lintas melalui pembatasan angkutan barang sumbu 3 ke atas yang masuk jalan tol mulai dari Jawa Timur dan Jawa Tengah ke arah Jawa Barat dan Jakarta (arah Timur ke Barat) yang diberlakukan pada Minggu (2/8/2020) pukul 08.00 WIB sampai dengan Senin (3/8/2020) pukul 08.00 WIB.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan pihaknya akan mulai menyeleksi angkutan barang dari arah Timur ke Barat Pulau Jawa.

"Mulai dari Surakarta dan Gerbang Tol Krapyak, juga akan diperketat di Gerbang Tol Kanci untuk kemudian dialihkan ke jalan arteri Pantura,” ujarnya.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:



Berita Terkait

Komentar