Dampak Covid-19

Astaga! Ini 8 Bandara dengan Pesawat Parkir Terbanyak

Minggu, 02/08/2020 14:52 WIB
pesawat di bandara (mata banua)

pesawat di bandara (mata banua)

Jakarta, law-justice.co - Dampak pandemi Covid-19 memukul sejumlah bisnis termasuk jasa penerbangan. Dari hasi pantauan, sejumlah bandara tersibuk di Asia menjadi 2 dari 8 bandara di dunia dengan jumlah pesawat terparkir terbesar akibat dampak pandemi Covid-19 terhadap maskapai penerbangan.

Berdasarkan data perusahaan data penerbangan Cirium yang dilansir South China Morning Post, bandara Roswell International Air Center di New Mexico menempati urutan teratas daftar bandara dengan pesawat terparkir paling banyak mencapai 374 armada.

Posisi Roswell disusul oleh bandara Marana Pinal Airpark di Arizona dengan 285 pesawat dan Victorville Southern California Logistics Airport dengan 219 pesawat di urutan kedua dan ketiga.

Sedangkan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, menduduki posisi selanjutnya dengan total 141 pesawat terparkir. Menyusul setelahnya, Hong Kong International Airport dengan 131 pesawat, kemudian Bandara Internasional Tucson di AS di peringkat keenam denga 128 pesawat

Lalu, ada bandara O.R Tambo International di Afrika Selatan menduduki posisi selanjutnya dengan 126 pesawat terakhir. Di peringkat terakhir, ada bandara Changi Singapura dengan 124 armada yang diistirahatkan.

Tiga bandara utama Asia berada dalam daftar yang didominasi oleh bandara yang tidak banyak dikenal di AS, yang menyediakan layanan penempatan untuk pesawat yang pensiun dari layanan atau disimpan dalam jangka panjang oleh maskapai penerbangan.

Ruang parkir bandara saat ini sangat mahal dengan sebagian besar pesawat penumpang di seluruh dunia tidak dapat terbang selama pandemi. Iklim yang panas dan lembab di Hong Kong dan Singapura tidak cocok untuk penyimpanan jangka panjang karena risiko korosi pada bagian-bagian pesawat.

Sementara itu, Cathay Pacific mengatakan pekan lalu akan mengirim sepertiga dari pesawatnya, atau sekitar 60 dari 200 pesawat penumpang, ke penyimpanan jangka panjang.

"Kami telah memutuskan untuk mentransfer sekitar sepertiga dari pesawat penumpang kami ke lokasi di luar Hong Kong selama beberapa bulan mendatang sesuai dengan pertimbangan operasional dan manajemen aset yang bijaksana," kata juru bicara Cathay Pacific seperti dilansir dari Bisnis Indonesia.

Pada titik terendah sejak pandemi Covid-19, Cathay Pacific telah mendaratkan 150 dari 240 pesawat pada Maret. Sementara itu, Singapore Airlines Group memarkir 119 pesawat dari 220 armadanya di dalam negeri, sedangkan 29 lainnya disimpan di Alice Springs, Australia.

Data Cirium menunjukkan bahwa 35 persen dari 26.000 jet komersial dunia terparkir pada 31 Juli. Angka ini meningkat dari 62 persen pada April.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:



Berita Terkait

Komentar