Lecehkan Pasien dengan Modus Tes Swab dari Vagina, Petugas Ini Diciduk

Minggu, 02/08/2020 12:54 WIB
Puskesmas Pasar Rebo di Jalan Kalisari, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (17/07) memberikan Tes Swab gratis kepada masyarakat. Ulin Nuha/law-justice.co

Puskesmas Pasar Rebo di Jalan Kalisari, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (17/07) memberikan Tes Swab gratis kepada masyarakat. Ulin Nuha/law-justice.co

Jakarta, law-justice.co - Seorang petugas laboratorium ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan saat tes covid-19 terhadap pasien oleh Kepolisian India.

Juru bicara Kantor Polisi Badnera, Punjab Wanjari mengatakan, petugas laboratorium tersebut bernama Alpesh Deshkmukh.

Kata dia, Alpesh melakukan pelecehan seksual dengan modus mewajibkan pasien melakukan tes swab lewat vagina.

Menurut dia, Alpesh kedapatan melecehkan seorang perempuan dengan dalih menguji reaksi virus corona pada Selasa (28/7) lalu.

Pelecehan itu sendiri dilakukan Aplesh Deshkmukh di rumah sakit pemerintah Badnera, Amravati.

Awalnya dia mengisahkan, seorang perempuan berusia 23 tahun melakukan kontak dengan temannya yang positif terinfeksi virus corona.

Karena itu, gadis tersebut dirujuk ke Laboratorium Trauma Care Testing (TCTL) di RS Badnera sebagai upaya pencegahan penularan virus.

Selepas menjalani tes di TCTL, Deshmukh menelepon perempuan tersebut untuk memuluskan aksinya.

Melalui telepon itulah, Alpesh mengabarkan bahwa perempuan tersebut positif terinfeksi virus corona.

Alpesh juga memberitahukan gadis tersebut bahwa yang bersangkutan harus menjalani tes urinoir sebagai bagian dari prosedur.

Korban pada sambungan telepon itu sempat bertanya, "Apakah tidak ada petugas perempuan untuk tes urinoir?"

Alpesh lantas menjawab, "Tidak ada." Namun, Alpesh membolehkan gadis tersebut membawa teman perempuan.

"Korban awalnya diyakinkan pelaku untuk mengikuti tes urinoir itu, dengan membolehkan mebawa teman perempuan," ujarnya seperti melansir suara.com, Sabtu 1 Agustus 2020.

Kata dia, saat tes kedua itulah, Desmukh memaksa korban membuka celananya dengan alasan untuk memudahkan pengambilan cairan dari alat kelamin.

Setelah melakukan pelecehan tersebut, Alpesh memberitahukan korban bahwa berdasarkan cairan dari vagina, dinyatakan hasil tesnya negatif virus corona.

Hal ini lantas membuat perempuan yang bekerja di supermarket ini curiga.

Merasa ada yang janggal, korban lalu mengadu ke saudara lelakinya soal tes swab vagina ini.

Keduanya lalu bertanya kepada dokter untuk memastikan apakah ada swab dari alat kelamin untuk uji Covid-19.

Dari sini, korban langsung mengajukan aduan ke polisi yang berujung penangkapan Deskhmukh dengan tuduhan pemerkosaan dan penganiayaan yang serius.

"Terdakwa telah dikirim ke tahanan pengadilan setelah penahanan polisi berakhir hari ini (31 Juli). Dia sejauh ini belum mengajukan permohonan jaminan," katanya.

Insiden ini memicu kecaman dari publik, termasuk para petinggi negara seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Maharashtra Yashomati Thakur hingga Presiden Brigade Bhumata Ranragini Trupti Desai yang menyebutnya sebagai kejaman terhadap perempuan.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar