Jasa Marga Siapkan Sejumlah Strategi Penanganan Kepadatan Arus Balik

Sabtu, 01/08/2020 19:29 WIB
Jalan tol macet parah saat musim mudik

Jalan tol macet parah saat musim mudik

Jakarta, law-justice.co - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik menuju Jakarta dalam rangka libur panjang Hari Raya Idul Adha 1441 H terjadi besok, Minggu (02/08).

Prediksi untuk jumlah kendaraan yang menuju Jakarta selama dua hari, atau pada H+1 s.d H+2 Idul Adha 1441 H (1-2 Agustus 2020) adalah sebanyak 372.692 kendaraan, naik 33,6% jika dibandingkan dengan lalu lintas (lalin) normal.

Operation Management & Maintenance Group Head Jasa Marga Pratomo Bimawan Putra mengatakan bahwa angka tersebut merupakan angka kumulatif lalu lintas yang meninggalkan Jakarta di beberapa Gerbang Tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan) serta GT Cikampek Utama & GT Kalihurip Utama (arah Timur).

“Kami memprediksi dari seluruh gerbang tol tersebut, distribusi lalu lintas mayoritas dari arah Timur mencapai 56,3%. Sementara itu untuk dari arah Barat sebesar 21,7% dan dari arah Selatan sebesar 22,0%,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan yang berpotensi terjadi, sejumlah strategi disiapkan bersama dengan Bina Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan serta pihak Kepolisian. Antisipasi itu nantinya akan melakukan rekayasa lalu lintas apabila jumlah kendaraan meningkat tajam.

Bima menjelaskan setidaknya ada dua catatan khusus sebagai tindak lanjut dari evaluasi puncak arus mudik Idul Adha 1441 H yang jatuh pada hari Kamis (30/07) lalu.

“Yang pertama adalah Jasa Marga mendukung penuh Kementerian Perhubungan dan pihak Kepolisian untuk mengalihkan kendaraan sumbu tiga ke atas agar tidak masuk jalan tol untuk menghindari banyaknya gangguan lalu lintas sebagaimana terjadi Kamis lalu. Sedangkan untuk yang kedua, menindaklanjuti arahan dari Bina Marga dan BPJT, Jasa Marga memastikan proyek pekerjaan di jalan tol yang berpotensi mengganggu lajur dihentikan sementara, termasuk pekerjaan mobilisasi peralatan,” jelas Bima.

Tidak hanya itu, Jasa Marga juga mempersiapkan petugas dan prasarana untuk mendukung upaya mencairkan lalu lintas di lokasi-lokasi rawan kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, termasuk untuk memberlakukan rekayasa lalu lintas.

“Beberapa titik rawan kepadatan lalu lintas menuju Jakarta yang harus diantisipasi pengguna jalan adalah KM 66 yang merupakan pertemuan lalu lintas Jalan Tol Cipularang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Selain itu, beberapa titik jelang rest area terutama di rest area KM 62, KM 52 dan KM 42. Serta pada GT Cikunir 2 yang akan melayani lalu lintas dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek Bawah dan GT Cikunir 4 dan 6 dari Tol Jakarta Cikampek II Elevated menuju Jakarta,” tambahnya.

Beberapa ruas jalan tol arah masuk Jakarta juga akan terus dipantau Jasa Marga bekerjasama dengan Kepolisian untuk dilakukan rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:



Berita Terkait

Komentar