Ditetapkan Jadi Tersangka, 2 Penghina Ahok Tak Ditahan

Sabtu, 01/08/2020 14:46 WIB
Seorang nenek berinisial KS, pelaku pencemaran nama baik Ahok (sinar harapan)

Seorang nenek berinisial KS, pelaku pencemaran nama baik Ahok (sinar harapan)

Jakarta, law-justice.co - Polda Metro Jaya menetapkan dua pelaku berinisial KS dan EJ menjadi tersangka atas kasus pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tapi, penetapan menjadi tersangka tidak dibarengin dengan dilakukan penahanan terhadap keduanya.

"Tidak ditahan. Tetapi untuk perkara kasusnya sendiri tetap berlanjut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komes Yusri Yunus, dilansir dari Pojoksatu.id, Sabtu (1/8/2020).

Alasan tidak ditahannya pelaku, kata Yusri, karena ancaman hukuman yang dikenakan terhadap keduanya di bawah empat tahun.

"Kan hukumannya 4 tahun, makannya kita tidak tahan. Kalau hukumannya 5 tahun atau diatasnya baru kita lakukan penahanan," katanya.

Sebelumnya, lewat pengacaranya Ahmad Ramzy, Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik.

Laporan tersebut teregister dengan nomor polisi LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ/Tanggal: 17 Mei 2020.

Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya meringkus dua pelaku. Keduanya ditangkap di dua daerah berbeda. Salah satu pelaku diamankan di daerah Bali, dan satu pelaku lainnya diamankan di Medan, Sumatera Utara.

Adapun bentuk pencemaran nama baik yang dilakukan para pelaku yakni menghina ibu dan keluarga Ahok.

Dua pelaku yang melakukan pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahja Purnama alias Ahok merupakan kominitas yang tergabung dengan Veronica Lovers.

Komunitas tersebut merupakan kumpulan mak- mak yang ada di grup WhatsApp dan Telegram. Kini, penyidik masih terus mendalami anggota lain yang diduga turut terlibat dalam kasus pencemaran nama baik mantan gubernur DKI Jakarta.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar