Haris Sebut Ada Pertarungan Kartel di Balik Penangkapan Djoko Tjandra

Sabtu, 01/08/2020 07:08 WIB
Aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti (lamanberita)

Aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti (lamanberita)

Jakarta, law-justice.co - Buronan kasus hak tagih (cessie) Ban Bali Djoko Tjandra telah ditangkap polisi dari Malaysia pada Kamis (30/7/2020). Ditangkapnya Djoko Tjandra menandakan akhir dari status buronannya selama belasan tahun.

Namun, di balik kehebohan penangkapan itu, ternyata ada perang antar kartel. Hal itu disampaikan oleh Aktivis Petisi 28 haris Rusly Moti.

"Kabarnya terjadi pertarungan antar kartel dibalik penangkapan Djoko Tjandra," kata haris melalui cuitannya di Akun Twitter @motizenchannel seperti dikutip law-justice.co, Sabtu (1/8/2020).

Dia juga mempertanyakan orang-orang yang telah mendapatkan aset dari Djoko Tjandra. Pasalnya, dikabarkan Djoko Tjandra ditangkap setelah asetnya dijual.

"Sobat, siapa Don Godfather yg menjadi tukang tadah gurita asset milik Djoko Tjandra?," katanya lagi.

Tak berhenti di situ, dia juga mempertanyakan aktor dibalik aksi Djoko Tjandra yang melarikan diri selama belasan tahun.

"Jika dapat dijawab, maka pertanyaan berikutnya, siapa otak utama dibalik skenario DjokTjan?," tutup Haris.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr">Sobat, siapa Don Godfather yg menjadi tukang tadah gurita asset milik Djoko Tjandra? Jika dapat dijawab, maka pertanyaan berikutnya, siapa otak utama dibalik skenario DjokTjan? Kabarnya terjadi pertarungan antar kartel dibalik penangkapan Djoko Tjandra.<br> <a href="https://t.co/zk0Yowx6Kg">https://t.co/zk0Yowx6Kg</a></p>&mdash; Haris Rusly Moti (@motizenchannel) <a href="https://twitter.com/motizenchannel/status/1289198791631937536?ref_src=twsrc%5Etfw">July 31, 2020</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar