Otsus Gagal Sejahterakan dan Perkuat Integritas NKRI di Papua

Jum'at, 31/07/2020 23:48 WIB
Otonomi Khusus Papua (borneonews.co.id)

Otonomi Khusus Papua (borneonews.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, Ustadz Saiful Islam Al Payage mengatakan otonomi khusus (Otsus) Papua telah gagal meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat integritas NKRI agar masyarakat bisa menjadi seutuhnya mencintai Indonesia.

"Tapi selama Otsus diberlakukan selama 20 tahun di Papua, telah gagal sejahterakan orang Papua dan juga telah gagal meng-Indonesia-kan orang Papua. Faktanya orang Papua susah (tidak berhasil) di-Indonesia-kan," ujarnya, saat dikutip dari suarapapua.com, Jumat (31/7/2020).

Menurut Ustadz Payage, kegagalan tersebut dalam implementasinya selama 20 tahun di Tanah Papua yang menguatkan argumentasinya tentang dua tujuan utama Otsus yang tidak tercapai di wilayah tersebut.

"Bukti bahwa Otsus gagal Indonesiakan orang Papua adalah adik-adik saya mahasiswa-mahasiswa kita baik di Universitas Cenderawasih baik di Jogja, Manado, Surabaya, pokoknya seluru Indonesia meneriakkan supaya pisah dari NKRI. Padahal tujuan Otsus itu untuk meredam suara-suara ini. Tapi setelah 20 tahun, itu ini tidak mereda. Tetapi justru nyatanya hingga Otsus akan berakhir ini, isu memisahkan dari NKRI ini tambah meningkat," ungkapnya.

Selain itu, ia menuturkan terkait kegagalan menyejahterakan orang Papua. Ini artinya tujuan kedua dari Otsus tidak tercapai karena kesejahteraan rakyat dari otsus tidak menjawab.

Ia mencontohkan, dari sisi pendidikan, sekolah-sekolah seperti Manokwari, Jayapura dan di Tanah Papua ini fasilitasnya sangat minim.

"Apa lagi kampung saya di Yahukimo. Apa lagi di daerah-Daerah pedalaman fasilitasnya sangat luar biasa memprihatinkan. Bagaimana meningkatkan pendidikan orang Papua. Dari sisi kesehatan juga bermasalah. Misalnya di masa Covid-19 ini fasilitas kesehatan kurang memadai, fasilitas kurang lengkap," jelasnya.

Soal fasilitas kesehatan, kata dia, pemerintah sudah melarang orang luar tidak boleh masuk ke Papua karena memang fasilitas kesehatan di wilayah tersebut sangat memprihatinkan.

"Padahal Otsus ini dananya sangat besar sekali. Apa susahnya! Harusnya bisa bangun rumah sakit yang terbaik di Jayapura, Manokwari, dan Wamena. Sampai detik ini saya melihat belum bisa saya katakan menyejahterakan rakyat," tegas Payage.

Sedangkan dari sisi politik, ia menambahkan kursi DPRD dan DPRP sudah diisi banyak oleh orang yang bukan orang Papua. Apalagi dari segi ekonomi.

"Ekonomi ini lebih hancur lagi. Kita bisa lihat di jalan-jalan orang Papua berjual di Jalan, yang punya ruko ini kan saudara kita dari luar dari bugis dari Jawa baik dari mana yang datang sementara kita orang Papua sendiri hanya jual pinang di pinggir-pinggir padahal negara sudah memberikan dana yang sangat besar sekali, otsus sampai 20 tahun tidak bisa menyejahterakan rakyat Papua," ungkapnya.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar