Kejaksaan Bantah Ada Pemukulan Jurnalis Law-Justice

Jum'at, 24/07/2020 11:01 WIB
Laporan polisi soal pemukulan jurnalis lawjustice

Laporan polisi soal pemukulan jurnalis lawjustice

law-justice.co - Kejaksaan Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono membantah bahwa telah terjadi pemukulan terhadap jurnalis Law-Justice.co Ricardo Ronald pada Kamis (16/7/2020) lalu. Dia mengatakan, hanya ada insiden kecil dimana Kasubid Humas Muhammad Isnaini menepuk pundak Ronald.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Kamis (23/7/2020), Hari mengatakan, lembaganya merasa dirugikan dengan adanya berita Law-Justice.co berjudul “Wartawan Law-justice.co Dipukul Wakil Kapuspenkum Kejaksaan Agung”, terbit pada hari yang sama pukul 15.06 WIB.

"Fakta yang terjadi sesungguhnya adalah bahwa pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2020 sekitar pukul 16.30 WIB ketika Kapuspenkum bersama-sama dengan M. Mijkrof Kabid Medmas dan M. Isnaeni Kasubid Humas berjalan menuju ruang kerja Kapuspenkum bertemu dengan wartawan Ricardo Ronald yang sedang duduk di pembantas taman di depan kantor," kata Hari.

Melihat Ricardo Ronald Hari mengaku menyapa terlebih dahulu dan mengajaknya untuk masuk ke ruang tamu Puspenkum.

"Ketika berjalan menuju ruang tamu itulah M. Isnaeni mengatakan: Ini pak Kapus, wartawan yang memuat berita yang tidak benar dan tanpa klarifikasi. Isnaeni menepuk pundak yang bersangkutan sambil menegur mengapa membuat berita yang judulnya tendensius atau menuduh institusi Kejaksaan dan mengapa dimuat sebelum hari dan tanggal yang dijanjikan," ujar Hari.

Berita yang dimaksud adalah liputan Inversitagasi Law-Justice.co berjudul “Klaim Bohong Kejaksaan Sita Aset Supersemar”, terbit pada Sabtu tanggal 25 April 2020 pukul 22.30 WIB. Kejaksaan merasa keberatan dengan judul berita tersebut.

Terkait klarifiasi itu, jurnalis Ricardo Ronald membantah bahwa Kapuspen yang menyapanya terlebih dahulu.

"Justru saya yang lebih dulu menyapa Kapuspen dengan baik-baik. Kemudian pak Isnaini datang sambil marah-marah. Saya dibawa ke ruangan Kapuspen, tapi di tengah jalan Pak Isnaini memukul saya dari belakang. Saya merasa sakit," kata Ronald. Di dalam ruangan Puspen, Ronald juga merasa diintimidasi.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar