Muhammadiyah: Bohir dengan Dana Tak Terbatas Cukongi Pemilu & Pilkada

Selasa, 28/07/2020 07:39 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Muhammad Busyro Muqoddas. (Detik)

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Muhammad Busyro Muqoddas. (Detik)

Jakarta, law-justice.co - Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas melontarkan pernyataan pedas sebagai bentuk kritikannya terkait kondisi demokrasi di Indonesia.

Mantan pimpinan KPK itu menyebut bohir politik ada di setiap pemilu dan pilkada di Indonesia.

"Demokrasi yang di belakangnya berada rentenir politik atau bohir dengan dana-dana yang seakan tak terbatas. Mereka itu mencukongi hampir setiap pemilu dan pilkada," jelasnya seperti melansir channel YouTube diskusi Kenegaraan yang digelar Muhammadiyah, Senin 27 Juli 2020 kemarin.

Busyro bahkan menyebut di Indonesia bukan hanya terjadi pandemi virus corona, tetapi juga terjadi pandemi politik.

"Yaitu politik yang tidak berkeadaban yaitu politik yang bersumber dari kekuatan demokrasi tapi demokrasi yang transaksional demokrasi yang dibelakangnya berada rentenir politik atau bohir," ujar dia.

Kata dia, karena pemimpin itu disokong para bohir politik, maka mereka tidak akan bisa lepas dari peran rentenir itu.

"Sehingga yang tampil sebagian besar dalam pucuk pimpinan kenegaraan adalah mereka yang tidak lepas dari peran rentenir. Akibatnya terbentuk state capture corruption terbentuklah birokrasi yang berwatak korporasi kleptokrasi yang mencerminkan birokrasi pengusaha dan kemudian tidak amanah tidak jujur secara moral secara agama bahkan juga bertentangan dengan pancasila itu sendiri" jelasnya.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar