Survei 40,9% Warga Tak Percaya Data Corona Pemerintah, Ini Kata KSP

Jum'at, 24/07/2020 07:47 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Breakingnews.co.id)

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Breakingnews.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko akhirnya buka suara terkait hasil survei Charta Politika Indonesia yang menyatakan sebanyak 40,9 persen masyarakat Indonesia tidak percaya dengan data Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah.

Menurut dia, tidak alasan apapun bagi pemerintah untuk merekayasa data terkait Covid-19.

Kata dia, sebagai bukti kalau itu benar ialah banyak korban yang meningggal karena covid-19.

"Saya pikir begini ya, kita itu kan melihat realita. Realitanya seperti korban yang meninggal itu kan tidak bisa dibohongi. Semua proses pemakaman bisa diikuti dan dimonitor," ujarnya seperti melansir suara.com, Kamis 23 Juli 2020.

Dia meminta masyarakat tidak membahas hal yang tidak penting. Kata dia, yang harus diramaikan saat ini yakni meningkatkan kewaspadaan dan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Menurut saya, kita jangan hanya meramaikan dengan hal-hal seperti itu. Tapi yang perlu diramaikan adalah bagaimana meningkatkan kewaspadaan masyarakat, kesiapsiagaan masyarakat dalam merespon protokol itu agar tidak kendor. Jangan lagi diskusikan hal-hal yang seperti itu," ucap Moeldoko.

Karena itu, Moeldoko mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan tidak menganggap Covid-19 sudah selesai.

"Tetapi yang perlu kita angkat ke publik adalah bagaimana masyarakat tetap waspada agar tidak menganggap bahwa Covid-19 sudah selesai," katanya.

Sebelumnya, hasil Survei Charta Politika Indonesia menyatakan sebanyak 40,9 persen responden menyatakan tak percaya dengan data covid-19 yang dimiliki pemerintah.

Kemudian sebanyak 56,1 persen responden mempercayai data tersebut. Ketidakpercayaan ini dinilai menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk melakukan penanganan Covid-19 dengan masyarakat.

Adapun survei dilakukan pada 6 Juli sampai 12 Juli 2020 melalui telepon terhadap 2.000 orang responden.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar