Valentina Sampaio, Model Transgender Pertama di Sports Illustrated

Selasa, 14/07/2020 00:01 WIB
Model transgender asal Brasil, Valentina Sampaio (CNN)

Model transgender asal Brasil, Valentina Sampaio (CNN)

law-justice.co - Model asal Brasil, Valentina Sampaio, akan menjadi model transgender terbuka pertama yang ditampilkan dalam edisi baju renang majalah Sports Illustrated. Sampaio, 23 tahun terpilih sebagai model 2020 untuk edisi 21 Juli.

“Menjadi trans berarti tidak mendapat tempat di hati dan pikiran orang,” tulisnya di Instagram. “Kami ditertawakan, dihina, menghadapi reaksi menakutkan dan kekerasan fisik.  Pilihan kami untuk tumbuh dalam keluarga yang penuh cinta dan menerima, memiliki pengalaman yang bermanfaat di sekolah atau menemukan pekerjaan yang bermartabat sangat terbatas dan penuh tantangan.”

Sampaio memuji tanah kelahirannya sebagai negara yang indah tetapi juga mematikan, dengan jumlah kejahatan dan pembunuhan terbanyak terhadap komunitas trans di dunia yaitu tiga kali lipat dari yang terjadi di A.S.

Memiliki darah Belanda, Afrika, dan Amazon, Sampaio mengatakan ia berasal desa nelayan yang terpencil dan sederhana di Brasil utara. Ia pernah tampil di sampul Vogue Paris pada Maret 2017 sebagai model transgender terbuka pertama yang melakukannya untuk majalah.

Pada tahun 2019, ia menjadi model transgender terbuka pertama untuk Victoria`s Secret. Pemilihan dirinya sebagai model, datang kurang dari setahun setelah Ed Razek, mantan kepala pemasaran Victoria Secret, memicu protes atas komentarnya bahwa "waria" tidak akan dipakai dalam peragaan busana tahunan merek tersebut.

“Sport Illustrated edisi baju renang, bergabung dengan lembaga-lembaga dari Girl Scouts of USA ke Miss Universe untuk mengakui fakta sederhana, bahwa perempuan trans adalah perempuan,” kata Head of Talent Girls Scout Anthony Ramos melalui email. 

“Perempuan-perempuan berbakat seperti Valentina Sampaio pantas menjadi sorotan dan diberi kesempatan yang sama. Karyanya di Sports Illustrated Swimsuit adalah langkah maju yang signifikan karena industri pemodelan melanjutkan evolusinya pada standar inklusi tradisional,” tambah Ramos. (LA Times)

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar