Ternyata, Hexana Sengaja Suntik Mati Jiwasraya

Senin, 13/07/2020 20:56 WIB
Dirut PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (detikcom)

Dirut PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Peran Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko dibalik hancurnya PT Asuransi Jiwasraya tidak bisa dipungkiri. Bahkan dalam persidangan mulai terkuak, Hexana sengaja suntik mati Jiwasraya.

Hal itu disampaikkan Penasihat Hukum Heru Hidayat, Aldres Napitupulu dalam sidang lanjutan perkara Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (13/7/2020). Menurut Aldres, Hexana tidak bisa lepas tangan dalam kasus Asuransi tertua di Indonesia. Karenanya, dia harus bertanggunjawab.

“Jangan bak pahlawan kesiangan. Mau cuci tangan,” tegasnya.

Merujuk pada fakta persidangan Senin (6/7/2020) dengan menghadirkan Hexana sebagai Direktur Utama Jiwasraya, Hexana mengakui bahwa menjual premi Jiwasraya Saving Plan (JSP) buat penyangga Jiwasraya.

“Produk yang berisiko tinggi itu pelan-pelan dikurangi bunganya. Itu juga diakui oleh Hexana saat ditanya oleh Hakim minggu lalu”, lanjutnya.

Artinya kata Aldres, Hexana mengakui bahwa JSP itu merupakan bentuk skema restrukturisasi 17 tahunan yakni dari 2009 hingga 2026. Dia juga mengakui bahwa bunga JSP itu makin tahun makin turun.

Keterangannya ini jelas menegaskan bahwa Direksi Jiwasraya 2008-2018 merancang produk ini sebagai alternatif restrukturisasi setelah skema PMN dan Zerro Coupon Bond ditolak negara. Dia mengaku langkah terpaksa. Namun dibuat sedemikian rupa supaya makin tahun bunganya diturunkan agar perusahaan semakin ringan bebannya.

“Berdasarkan skema ini, perusahaan diyakini sudah berjalan smooth secara sehat pada 2026. Saat itulah JSP ini akan dihapus,” jelas Aldres.

JSP itu sebagai cadangan supaya perusahaan tetap hidup dengan pelan-pelan mengurangi beban demi tertutupnya lubang insolvency Rp 6,7 Triliun yang diderita sejak tahun 2008. Namun, keamehan munucul saat Hexana duduk memimpin, produk JSP ini dihentikan. Hal ini menimbulkan resiko yang ditanggung Jiwasraya.

“Nah, dia bukannya meneruskan skema restrukturisasi ini yang pada tahun itu (2018) sudah menawarkan bunga turun pada angka 6,5%, sudah sama kayak bunga deposito, malah dihentikan,” jelasnya.

Tindakan Hexana ini jelas Aldres semakin terlihat aneh .Betapa tidak, JSP yang bunganya sudah 6,5% distop, namun justru mengeluarkan Medium Term Note (MTM) atau surat utang jangka menengah dengan bunga 11,5%.

“Kesannya Hexana menyuntik mati Jiwasraya. Kita akan kejar terus keterangan-keterangannya semoga bisa pula terungkap motivasi apa di balik tindakannya tersebut. Kami harap teman-teman media kawal terus kasus ini dengan fair,” tutup Aldres.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar