Jadi Program Strategis, Sipil Siap Dilatih Militer

Minggu, 12/07/2020 06:36 WIB
Ilustrasi pelatihan militer Komponen cadangan (Kmcad) (pinterpolitik)

Ilustrasi pelatihan militer Komponen cadangan (Kmcad) (pinterpolitik)

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah memasukan penguasaan ilmu militer oleh masyarakat sipil sebagai salah satu Program Starategis Nasional (PSN) 2020-2024. Dengan demikian, maka nantinya warga sipil akan dilatih secara militer.

Namun, juru bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa warga sipil direkrut bukan untuk pertahanan dari ancaman militer, namun untuk non militer. Fungsi mempersiapkan atau mem-backup cadangan logistik nasional.

"Karena perspektifnya adalah perspektif krisis dan perspektif strategis. Ada ancaman krisis pangan di luar Eropa dan Amerika Utara. Ini kita sebut cadangan logistik strategis," katanya seperti dikutip dari RRI, Jumat (10/7/2020).

Nantinya, Kemenhan akan bekerja sama dengan kementerian lain seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), BUMN, dan Kementerian Pertanian (Kementan). Dan yang menjadi koordinator atau pemimpinnya adalah Kemenhan sendiri.

"Dikelola dan dikerjakan mengunakan tenaga militer kita, komponen utama adalah tenaga TNI, kemudian komponen cadangan yang masih tahap rekrutmen dari sipil. Masih dalam proses , kita menunggu peraturan pemerintah. Dilatih tiga bulan, latihan militer dari sipil, kemudian mendapatkan latihan, kalau di luar ada tentara cadangan, di sini fokus membantu cadangan logistik," jelas Dahnil.

Menurut Dahnil, untuk tahap awal, program yang disebut presiden sebagai food estate atau lumbung pangan di kawasan aluvial pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah ini akan mempersiapkan sebanyak 30 ribu hektar.

"Secara bertahap, tidak sporadis. Tahap awal ada 30 ribu hektar, selanjutnya ada 140 ribu hektar. Yang ditanam bermacam-macam, bisa singkong, padi, tergantung hasil kajian, apa cadangan logistik strategis yang perlu direvitalisasi oleh program ini," tutupnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar