Tukang Roti Gunakan Urin Perempuan untuk Membuat Roti

Sabtu, 11/07/2020 20:01 WIB
Roti Goldilocks yang terbuat dari campuran gandum dan urin (New York Post)

Roti Goldilocks yang terbuat dari campuran gandum dan urin (New York Post)

law-justice.co - Seorang tukang roti Prancis yang rajin melakukan eksperimen dalam resep rotinya, menggunakan gandum yang telah dicampur dengan urin perempuan yang dipanen dari toilet umum. Rotinya itu diberi nama “Boucle d’Or” atau roti Goldilocks.

"Urine adalah pupuk yang hebat," kata Louise Raguet, si pembuat roti yang juga seorang insinyur dan ecofeminist. Ia secara teratur mengumpulkan kencing dari urinal di tempatnya di Arondisemen 14, Paris.

Raguet mengatakan, tujuannya memakai urin untuk roti adalah untuk menyingkirkan tabu bahwa urin kotor, dan menciptakan siklus makanan yang berkelanjutan.

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Kota Prancis, sekitar 29 juta roti yang memanfaatkan urin dapat dipanggang setiap hari, membuat petani berhemat 703 ton nitrogen yang digunakan dalam pupuk buatan per hari.

"Ini adalah cairan yang diabaikan, biasanya dibuang sebagai limbah," kata Raguet. Ia menambahkan bahwa urin mengandung nitrogen, potasium, dan banyak nutrisi lain yang ditanam ekstrak dari tanah. “Karena itu harus diperlakukan seperti tambang emas," katanya.

Ia melanjutkan, “Ketika Anda buang air kecil, pabrik pengolahan mengeluarkan nutrisi, mereka tidak kembali ke bumi. Sistemnya tidak melingkar."

Tidak diketahui bagaimana urin mempengaruhi rasa roti; masalah sterilitas ketika dikeluarkan dari tubuh manusia telah menjadi topik banyak perdebatan ilmiah. Jadi, untuk lebih memastikan kebersihannya, Raguet mengencerkan urin sebanyak 20 kali sebelum mencampurkannya pada gandum yang digunakan dalam roti Goldilocks.

Keputusan untuk menggunakan urin perempuan adalah bagian dari apa yang disebut Raguet ecofeminism, yang mengadvokasi penggunaan produk ramah lingkungan untuk memberdayakan perempuan. (New York Post)

 

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar