Wasekjen MUI: Dipimpin Menteri Nol Pengalaman, Pendidikan Pasti Tamat

Kamis, 09/07/2020 21:16 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Gatra)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Gatra)

Jakarta, law-justice.co - Wakil Sekjen MUI Najamuddin Ramli mengkritik keras kinerja Mendikbud Nadiem Makarim. Dia menilai, Nadiem belum bisa mewujudkan harapan Presiden Jokowi. Menurutnya, Nadiem tak sehebat saat memimpin Gojek.

“Mungkin Pak Jokowi terhinoptis dengan keberhasilan Mendikbud pada saat mengelola Gojek dengan keuntungan yang dahsyat dan luar biasa. Tapi saat diangkat menjadi Mendikbud, sejak Oktober 2019 hingga detik ini, yang ada hanya slogan-slogan,” katanya dalam webinar yang diadakan Pustakapedia seperti dikutip dari jpnn.com.

Dia juga menyinggung hal paling menyakitkan yang dilakukan Kemendikbud saat berencana menghilangkan pendidikan agama Islam dalam kurikulum pendidikan. Menurutnya, seharusnya Mendikbud memahami UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, pada Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, yang berakar pada kebudayaan nasional, dan tanggap terhadap perubahan zaman.

“Dari definisi pendidikan nasional ini seharusnya tidak boleh mengotak-atik pendidikan agama. Setelah direspons oleh masyarakat, tiba-tiba Kabalitbang mengatakan bahwa hal itu tidak pernah ada. Jadi, kebohongan-kebohongan publik seperti ini tidak boleh terjadi,” katanya.

Selain itu, dia juga menyinggung program Merdeka Belajar-nya Nadiem. kata dia, hal itu bukan program baru karena sudah dilakukan sejak 30-40 tahun lalu oleh menteri sebelumnya.

Kata dia, hal itu menjadi bagian dari sistem andragogi pendidikan orang dewasa sebagai lawan dari paedagogi pengajaran kepada anak kecil. Karena itu, Najamuddin mempertanyakan alasan yang masuk akal jika Nadiem masih akan dipertahankan sebagai Mendikbud.

“Patut dipertanyakan, apakah masih layak dipertahankan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud dengan tidak ada prestasi, malahan menurunkan kualitas pendidikan saat ini. Pendidikan kita sudah bagus pada masa Menteri Bambang Sudibyo, dilanjutkan oleh Muhammad Nuh, Anies Baswedan, Muhajir Effendy, yang telah menemukan titik terang,” katanya.

Menurut dia, jika ada figur menteri yang tidak menguasai pendidikan dan tidak berpengalaman mengelola pendidikan, maka pendidikan Indonesia akan hancur. Padahal Kemedikbud adalah kementerian besar yang menjadi andalan utama bangsa ini dalam membangun sumber daya manusia.

“Kalau dikendalikan oleh nahkoda yang biasa-biasa saja, yang tidak punya pengalaman dalam pendidikan, tidak mengerti filosofi pendidikan, tidak mengerti empirik posisi yuridis pendidikan, dan tidak mengerti apa tujuan pendidikan, yakni membangun manusia yang bertakwa dan berakhlak mulia, terampil dan adaptif dengan tuntutan zaman maka tamatlah riwayat pendidikan kita,” tutupnya.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar