Rekaman Kamera: George Floyd 20 Kali Katakan Tidak Bisa Bernapas

Jum'at, 10/07/2020 00:01 WIB
Foto: Hufftpost

Foto: Hufftpost

law-justice.co -  

George Floyd ternyata lebih dari 20 kali mengatakan bahwa dia tidak bisa bernafas, demikian hasil transkrip rekaman dari body camera yang dirilis Rabu (8/7). Tetapi permohonannya itu berulang kali diabaikan seorang polisi kulit putih yang berlutut di atas lehernya.

Rincian baru yang mengejutkan tentang berita acara seputar kematian pria kulit hitam di Minneapolis pada 25 Mei itu, menunjukkan bagaimana pertemuan yang tadinya kooperatif dengan para petugas, dengan cepat berubah menjadi mematikan, dan memicu protes nasional yang menyerukan reformasi dramatis di kepolisian Amerika.

Dalam transkrip itu, Derek Chauvin, seorang mantan perwira polisi Minneapolis yang telah didakwa dalam kematian Floyd, berulang kali mengabaikan seruan pria yang diborgol itu agar bisa bernapas, dan mengabaikan petugas lain yang bertanya apakah Floyd, yang ditekan di atas ke trotoar, harus dipindahkan ke sisinya. 

Floyd: “Perutku sakit. Leherku sakit. Semuanya menyakitkan. Saya butuh air. Tolonglah, Saya tidak bisa bernapas, petugas."

Chauvin: "Kalau begitu berhenti bicara, berhenti berteriak."

Floyd: "Kamu akan membunuhku, kawan."

Chauvin: "Kalau begitu berhenti bicara, berhenti berteriak, butuh banyak oksigen untuk berbicara."

Transkrip tersebut berasal dari body camera yang dikenakan oleh dua dari empat petugas yang terlibat dalam penangkapan Floyd, dan telah dipecat setelah kejadian itu yakni Thomas Lane dan J. Alexander Kueng. 

Seorang pengacara untuk Lane meminta agar kasusnya diberhentikan pada hari Rabu, menunjukkan bahwa transkrip menunjukkan Lane bertanya kepada Chauvin dua kali apakah ia harus mengubah Floyd di sisinya. Tapi Chauvin menolak. "Tidak, dia tetap berada di tempat di mana kita mendapatkannya," kata Chauvin.

Chavin telah didakwa dengan pembunuhan tingkat dua dan menghadapi hukuman 40 tahun penjara jika terbukti bersalah. Lane, Kueng dan Tou Thao, dituduh membantu dan bersekongkol dengan pembunuhan Floyd.

Transkrip ini juga menambah konteks penangkapan Floyd, yang muncul setelah sebuah laporan bahwa ia telah mencoba menggunakan uang kertas $ 20 palsu di sebuah toko. 

Dalam transkrip itu, Floyd direkam saat mengatakan kepada petugas bahwa dia takut pada polisi karena dia pernah ditembak sebelumnya, dan dia memohon kepada mereka untuk tidak menempatkannya di mobil polisi karena dia sesak.

"Aku akan melakukan apa saja, aku akan melakukan apa pun yang kamu suruh," kata Floyd terdengar. "Aku tidak menolak, kawan!”

Dia kemudian mengatakan kepada petugas bahwa dia "takut."

"Mama, aku mencintaimu," kata Floyd di rekaman itu. "Beri tahu anak-anakku aku mencintai mereka. Saya mati."

Pengacara Lane, Earl Grey, telah menyerukan agar seluruh video dari body camera kliennya dipublikasikan. Ia mengatakan itu menunjukkan seluruh gambar dan lebih rinci daripada video pengamat yang pertama kali memicu kemarahan nasional. 

Gray berpendapat bahwa Chauvin menanggung beban tanggung jawab atas kematian Floyd sebagai perwira atasan di tempat kejadian. "Mereka diharuskan memanggilnya ‘tuan,`" kata Gray di pengadilan sebulan yang lalu, menurut The New York Times. 

 

“Dia memiliki pengalaman 20 tahun. Apa yang seharusnya dilakukan klien saya selain mengikuti apa yang dikatakan petugas pelatihan? Apakah itu membantu dan bersekongkol dengan kejahatan?" tambahnya. (Hufftpost)

 

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar