Korban Pembunuhan 43 Murid yang Hilang Kembali Ditemukan

Kamis, 09/07/2020 06:01 WIB
Ilustrasi (Grunge)

Ilustrasi (Grunge)

law-justice.co - Pihak berwenang Meksiko mengatakan pada hari Selasa (8/7) bahwa mereka telah kembali mengidentifikasi penemuan korban dari 43 siswa yang hilang pada bulan September 2014.

Omar Gomez Trejo, kepala unit khusus Kejaksaan Agung yang ditugasi untuk menyelidiki kembali kasus itu, mengatakan bahwa penemuan yang ditemukan pada November, DNA-nya  sedang dianalisis tahun ini di Universitas Innsbruck di Austria.

Bulan lalu, universitas memberi tahu para penyelidik bahwa salah satu pecahan tulang diidentifikasi sebagai milik mahasiswa Christian Alfonso Rodriguez Telumbre dari Tixtla, Guerrero.

Pada 26 September 2014, siswa dari sekolah guru di Ayotzinapa di negara bagian selatan Guerrero diculik oleh polisi setempat di kota Iguala. Mereka kemudian diduga diserahkan ke geng lokal.

Pada Januari 2015, Jaksa Agung Jesus Murillo Karam mengumumkan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan para siswa telah terbakar dalam api besar di tempat pembuangan sampah di Cocula, Guerrero dan abunya dilemparkan ke Sungai San Juan.

Para ahli menolak pernyataan pemerintah itu, begitu pun dengan pihak keluarga. Fragmen tulang Rodriguez terletak di Cocula, Guerrero, bukan berada di tempat pembuangan atau sungai.

Gomez mengatakan pecahan-pecahan tulang itu ditemukan di situs lain bernama Butchers Ravine sekitar 0,8 km dari tempat pembuangan.

"Itu tidak dilempar atau ditemukan di tempat pembuangan Cocula, atau di Sungai San Juan seperti yang dikatakan pemerintah sebelumnya di depan umum dan secara hukum," kata Gomez. "Dengan penemuan baru ini, kebenaran historis telah terjadi. Mereka masih menyelidiki bagaimana jenazah itu berakhir di lokasi itu,” tambah Gomez. (Al Jazeera)

 

 

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar